Cinta Menorehkan Prestasi di Berbagai Bidang hingga ke Perancis

Baginya, penguatan kemampuan itu dilakukan agar ia dapat terus berkembang, bukan karena nama besar atau popularitas lombanya.

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
IST
Cinta Menorehkan Prestasi di Berbagai Bidang hingga ke Perancis. 

“Kalau lomba akademik itu menurut aku lebih menuntut fokus dan ketahanan berpikir, sedangkan seni dan bahasa itu lebih ke keberanian tampil dan bagaimana kita mengekspresikan diri kita,” ujarnya.

Di sisi lain, bahasa asing adalah bidang yang paling ‘mengalir’ bagi Cinta karena sejak awal memang menjadi kesukaannya.

Cinta menekankan konsistensi sebagai kunci praktik berbicara setiap hari, banyak mendengar, ia menyebut dirinya sering mendengarkan musik serta membaca dari novel, buku, hingga komik. Ia pun menekankan keberanian untuk salah, tetapi tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Prosesnya itu yang penting konsisten, praktik ngomong setiap hari, banyak mendengar terus membaca dari novel, buku, komik, dan yang paling penting berani salah tapi jangan mengulangi kesalahan yang sama,” katanya.

Namun lomba bahasa juga memiliki tekanan tersendiri. Tantangan terberat bagi Cinta adalah menjaga artikulasi dan ekspresi agar tetap natural. Karena itu, setiap kali mengikuti lomba story telling, pidato, atau baca berita, ia merasa harus benar-benar memahami isi teks, lalu menjaga artikulasi serta ekspresi yang ditampilkan di kamera.

“Tantangan terberatnya adalah menjaga artikulasi serta ekspresi agar tetap natural di bawah tekanan jadi setiap ada lomba storytelling, pidato, baca berita aku harus bener-bener memahami isi teksnya,” ujarnya.

Pengalaman dari kompetisi bahasa itu, menurut Cinta, ikut mengantarkannya menjadi Finalis Duta Bahasa Sumatera Utara 2024. Ia merasa deretan lomba yang ia ikuti membentuk kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, sekaligus memperkuat kecintaannya pada bahasa.

“Bisa dibilang iya, karena pengalaman dari setiap lomba yang aku ikuti itu jadi membentuk kepercayaan diri aku, ngebuat aku bisa berkomunikasi dengan baik juga, dan kecintaan aku sama bahasa yang ngebikin aku jadi Finalis Duta Bahasa Sumatera Utara Tahun 2024,” tukasnya.

Perjalanan panjang di bidang bahasa juga menuntunnya pada salah satu momen yang paling ia syukuri menerima beasiswa dari Pemerintah Prancis. Ia mengaku bahagia dan terharu karena bisa sampai ke Prancis. Ia juga menyebut beasiswa itu sebagai buah dari perjalanan kompetisinya di dunia bahasa.

“Alhamdulillah seneng banget, aku bener-bener sangat bersyukur dan terharu bisa sampe di Prancis. Iya, jujur ini juga jadi buah dari perjalanan kompetisiku di dunia bahasa,” ujarnya.

Selain bahasa dan akademik, Cinta juga menorehkan prestasi di dunia menulis. Ide-ide tulisannya datang dari banyak tempat pengalaman pribadi, lingkungan sekitar, hingga isu sosial yang ia temui sehari-hari. Menulis baginya adalah ruang refleksi yang menuntut kemampuan berpikir kritis, sekaligus menjadi salah satu pondasi yang membawanya ke banyak prestasi lain.

“Menurut aku menulis itu adalah ruang refleksi yang menuntut kita untuk berpikir kritis dan dari menulis itu juga salah satu pondasi yang bisa membawaku ke banyak prestasi lain,” katanya.

Ia juga membedakan cerpen dan karya ilmiah cerpen lebih bebas dan emosional, sementara karya ilmiah harus terstruktur dan memerlukan data.

Di tengah dominasi prestasi akademik, seni hadir sebagai identitas sekaligus penyeimbang. Cinta menyebut seni sebagai ruang ekspresi yang menyeimbangkan sisi logis dan emosional dalam dirinya. Bahkan seni menjadi tempat kembali ketika ia lelah secara akademik.

“Menurutku seni itu kayak ruang ekspresi yang udah jadi identitasku karena ia menyeimbangkan sisi logis dan emosionalku. Jujur iya seni itu adalah tempatku kembali ketika lelah secara akademik,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved