Kasus Korupsi

3 Pejabat Pajak Ditangkap, Para Pegawai Kantor Pajak Kompak Bungkam

Tiga pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Jakarta Utara kini mendekam di dalam penjara.Mereka ditangkap dalam OTT KPK

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Ilustrasi/HO/Tribun-medan.com
OTT PEJABAT PAJAK - Sebanyak 4 pegawai Ditjen Pajak terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (9/1/2026). 

Ringkasan Berita:Update OTT Pegawai Pajak
 
  • Pejabat pajak tersebut, para pegawai di KPP Jakarta Utara memilih bungkam.
  • 3 petinggi atau pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Jakarta Utara kini mendekam di dalam penjara.
  • Lima orang dari delapan orang yang ditangkap sebagai tersangka.
  • Ketiga pejabat termasuk Kepala KPP, Dwi Budi yang ikut diciduk.
  • Awalnya, ditemukan potensi kurang bayar sebesar Rp75 miliar. Fee 8 miliar

 

TRIBUN-MEDAN.com- Tiga orang petinggi atau pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Jakarta Utara kini mendekam di dalam penjara.

Mereka ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan korupsi suap.

Ketiga pejabat termasuk Kepala KPP, Dwi Budi yang ikut diciduk.

Setelah penangkapan pejabat pajak tersebut, para pegawai di KPP Jakarta Utara memilih bungkam.

Wartawan Tribunnews.com awalnya menghampiri seorang pegawai yang mengenakan kemeja berwarna abu-abu bernama Suhadi (bukan nama sebenarnya) di Kantin KPP Madya Jakarta di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat.

Diketahui, di dalam Gedung KPP Madya Jakarta ini, terdapat enam KPP mulai dari Madya Jakarta Selatan I, Madya Jakarta Timur, Madya Jakarta Barat, Madya Jakarta Pusat, Jakarta Menteng Dua hingga Madya Jakarta Utara.

Suhadi diketahui merupakan pegawai KPP Madya Jakarta Utara lantaran di bagian belakang kemeja yang ia kenakan tertulis 'Madya Jakarta Utara'.

Mulanya, Ia nampak ramah ketika wartawan Tribunnews.com mencoba berkomunikasi.

Namun, ekspresinya berubah ketika ditanya perihal OTT KPK tersebut.

Gestur penolakan terus ia tunjukkan saat ditanyakan lebih dalam soal hal itu.

 Bahkan, ia yang duduk bersama rekannya, pun sering kali mengangkat tangannya seolah menolak memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilemparkan kepadanya.

"Iya tahu (soal OTT KPK). Iya itu (pimpinan yang tertangkap). saya enggak tahu menahu mas," ucap Suhadi seraya terus menghindar ketika ditemui, Selasa (13/1/2026).

Bahkan, ia membantah soal adanya penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di kantornya tersebut pada Senin (12/1/2026) kemarin.

"Enggak ada (penggeledahan), bukan di sini. Enggak tau di mana," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved