Berita Viral

PAKAR Kontra Intelijen Ungkap Penyebab Nama Dirjen Bea Cukai Muncul Dalam Sidang Suap Blueray Cargo

Perkara suap Blueray Cargo menyeret nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN
KASUS SUAP - Bos Blueray Cargo, John Field terdakwa kasus suap Bea Cukai. Pakar kontra intelijen R. Gautama Wiranegara mengingatkan publik agar tidak terburu-buru mengaitkan Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama dengan dugaan suap impor yang menyeret Blue Ray Cargo. 

"Dalam negara hukum, pembuktian harus kembali kepada hal yang paling mendasar, yaitu siapa yang menerima, siapa yang mengetahui, siapa yang menyetujui, dan siapa yang menikmati. Jika empat hal itu belum dapat dibuktikan, maka penyebutan nama seseorang harus tetap dipandang sebagai bagian dari proses pembuktian, bukan vonis sosial," pungkasnya.

Nama Raffi Ahmad Disebut Dalam Persidangan 

Raffi Ahmad buka suara setelah namanya disebut dalam kasus dugaan suap Bea Cukai yang melibatkan PT Blueray Cargo.

Didampingi Hotman Paris selaku penasehat hukumnya, Raffi Ahmad dengan lantang membantah terlibat kasus dugaan suap Bea Cukai dan PT Blueray Cargo.

"Saya gak pernah menitipkan barang apapun. Saya tidak punya nomor telepon mereka, padahal saya katanya disebut ada komunikasi, gak ada sama sekali," kata Raffi Ahmad di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).

Suami Nagita Slavina ini mengatakan bahwa ia pernah berada di depan toko Blueray Cargo, ketika ia bersama dengan sahabatnya, Desta, Gading Marten, dan Ariel Naoh ke Chicago, Amerika Serikat.

Utusan Khusus Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ini mengaku baru keluar dari tempat makan milik orang Indonesia, namun ditarik oleh pemilik toko Blueray Cargo untuk foto di depan tokonya.

"Yang punya toko Blueray juga orang Indonesia. Ya sesama orang Indonesia diajak foto, ya saya foto bareng lah," ucapnya.

"Gak ada sama sekali transaksional. Mereka minta nomor saya aja gak saya kasih, orang gak kenal," sambungnya.

Pria berusia 39 tahun itu menekankan dirinya hanya berada di depan toko Blueray saja, tidak masuk ke dalam untuk bertransaksi.

"Pintunya cuma dibuka doang dijelasin dari luar tokonya seperti apa. Lalu cici nya bilang mau kasih handphone iPhone 17 Pro Max gratis, saya bilang gak usah," jelas Raffi Ahmad.

"Jadi ya hanya sebatas basa basi aja sih mereka menawarkan handphone, laptop, dan lain-lain karena sampai sekarang gak ada pengirimannya," tambahnya.

Hotman Paris menegaskan bahwa dari kejadian yang diceritakan Raffi, kliennya sama sekali tidak terlibat dalam dugaan suap yang sedang terjadi di Indonesia.

"Faktanya dia (Raffi) cuma di depan tidak berkunjung ke toko blueray ini. Terus juga gak masuk kedalam, gak ada transaksional," tegas Hotman Paris.

Hotman menduga kalau handphone pemilik toko Blueray Cargo di Chicago yang jadi tempat foto Raffi Ahmad, dibaca penyidik hingga akhirnya dimasukkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved