Pedagang Tolak Operasi Pasar, Bobby Ingatkan Distributor Cabai Jangan Bandal Kali
awalnya pihaknya telah meminta ke distributor, tetapi mereka tidak mau, akhirnya pihaknya mengintervensi cabai ke pasar.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
"Meski begitu, kegiatan operasi pasar ini akan selalu dievaluasi melihat kondisi harga cabai di Sumatera Utara," katanya.
Diterangkannya, ke depan pihaknya akan meningkatkan peran BUMD sebagai lembaga penyangga produk hortikultura.
"Untuk langkah ke depan tentunya akan dilakukan langkah penanganan yang lebih baik melalui peningkatan peran BUMD sebagai Lembaga Penyangga Produk Hortikultura," jelasnya.
Diketahui, sejumlah pedagang di Pasar Petisah menolak operasi pasar yang digelar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumatera Utara melalui distribusi cabai merah dari Pulau Jawa.
Intervensi pasar yang dilakukan untuk menekan inflasi menuai sorotan.
Mereka menilai kebijakan tersebut justru merugikan pelaku usaha lokal karena harga jual cabai merah yang ditetapkan hanya Rp 35 ribu per kilogram. Mirisnya kondisi cabai sudah rusak, dibanding stok yang ada milik pedagang.
"Kalau dijual segitu, kami pedagang kecil mau makan apa? Modal saja tak kembali. Ini sama saja mematikan usaha kami,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Petisah, Senin (26/10/2025).
| Jaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Bahan Pangan, Pemko Siantar Gelar Operasi Pasar |
|
|---|
| Bupati dan Wali Kota 8 Daerah Bahas Nataru, Penguatan Program Antar-daerah Dukung Swasembada Pangan |
|
|---|
| Intervensi Pemprov Sumut Tunjukkan Tren Penurunan Inflasi Oktober |
|
|---|
| Cabai Impor Didatangkan ke Sumut untuk Tekan Inflasi, Pedagang Sebut Hampir Separuh Sudah Rusak |
|
|---|
| Inflasi Sumatera Utara: Alarm yang Tak Boleh Diabaikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pedagang-Cabai-Elsa-Dayani-saat-melayani-pembeli-di-Pasar.jpg)