Banjir dan Longsor di Sumut
Selama Cuaca Ekstrem, Petugas Pengamatan Gunung Sinabung Catat Dua Kali Terjadi Aliran Laharan
Selama terjadinya cuaca ekstrem, hingga saat ini belum terlalu berdampak pada aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Selama sepekan terakhir, wilayah Sumatera Utara khusunya Kabupaten Karo dilanda cuaca ekstrem.
Dimana, curah hujan meningkat cukup drastis yang diduga disebabkan adanya fenomena siklon tropis 95B.
Selama terjadinya cuaca ekstrem, hingga saat ini belum terlalu berdampak pada aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
Namun, berdasarkan keterangan dari petugas Pengamat Gunung Sinabung selama musim penghujan ini tercatat dua kali terjadi aliran lahar dingin mengalir di sungai yang berhulu di kaki Gunung Sinabung.
"Ya sejauh ini, untuk aktivitas vulkanik Gunung Sinabung terhadap cuaca ekstrem belum terlalu berpengaruh.
Namun, kemarin pada Senin (17/11/2025) kita catat terjadinya aktivitas laharan sebanyak dua kali," ujar Petugas Pengamat Gunung Sinabung, Armen Putra, Jumat (28/11/2025).
Saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen menjelaskan sejauh ini aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih fluktuatif.
Dimana, pihaknya masih mencatat adanya pergerakan aktivitas vulkanik berupa kegempaan dari dalam perut gunung.
"Untuk aktivitas seismiknya, tercatat beberapa kali terjadi gempa vulkanik namun tidak terlalu signifikan, tidak terlalu tinggi," ucapnya.
Secara visual, dikatakan Armen selama musim penghujan ini visual Gunung Sinabung sangat jarang terlihat akibat tertutup oleh kabut.
Namun, pada hari ini amatan www.tribun-medan.com, sebagian wilayah Kabupaten Karo mulai terlihat lebih cerah dibandingkan beberapa hari lalu.
Dimana, cahaya matahari terlihat menembus kabut dan awan yang selama beberapa hari terakhir menutupi langit Kabupaten Karo.
Dengan kondisi ini, terlihat dari Pos PGA Sinabung visual gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini dapat terlihat jelas meskipun di sebagian tubuhnya masih ditutupi awan.
"Untuk visual lebih dominan ditutupi kabut, dan di musim hujan ini untuk asap dari atas puncak lebih banyak. Namun hal itu masih wajar karena curah hujan yang tinggi," katanya.
Meskipun sempat terjadi dua kali aktivitas laharan, Armen menjelaskan sejauh ini kondisi dari laharan sendiri masih cukup normal dan belum berdampak kepada masyarakat maupun lahan pertanian yang ada di sepanjang aliran sungai.
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/AKTIVITAS-SINABUNG-Petugas-pengamat-Gunung-Sinabung-Armen-Putra.jpg)