TRIBUN WIKI
Hasi Nifolasara, Peti Jenazah para Bangsawan di Nias Berkepala Lasara
Hasi Nifolasara adalah peti jenazah tradisional khas masyarakat bangsawan (si’ulu) di Nias Selatan yang berbentuk seperti perahu
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
c) Si’ila, yaitu: kaum cerdik-pandai yang menjadi anggota badan musyawarah desa.
Mereka yang selalu bermusyawarah dan bersidang (Orahu) pada setiap masalah-masalah yang dibicarakan dalam desa, dipimpin oleh Balö Zi’ulu dan Si’ulu lainnya;
Baca juga: Gocah Pahlawan, Pendiri Kesultanan Deli yang Disebut Keturunan India
Peti Mati
Saat seseorang meninggal dunia, mereka akan dimakamkan menggunakan peti mati.
Khusus keluarga bangsawan, mereka akan dimakamkan menggunakan peti mati yang bernama Hasi Nifolasara.
Hasi Nifolasara adalah peti jenazah tradisional khas masyarakat bangsawan (si’ulu) di Nias Selatan yang berbentuk seperti perahu dengan kepala lasara (makhluk mitologi mirip naga) di bagian ujungnya.
"Nifolasara" berarti "seperti kapal," menggambarkan bentuk peti yang menyerupai perahu ini. Kepala lasara merupakan simbol kehormatan dan lambang status bangsawan dalam masyarakat Nias Selatan.
Sejarah Hasi Nifolasara berkaitan erat dengan tradisi pemakaman golongan bangsawan di Nias Selatan.
Baca juga: Sejarah Siantar Hotel, Saksi Bisu Kota Siantar Sejak Masa Kolonial
Pada masa lalu, jenazah bangsawan tidak dikubur sepenuhnya, melainkan peti jenazahnya dimakamkan dengan kepala lasara menonjol ke permukaan tanah sebagai penanda kuburan bangsawan tersebut.
Hal ini juga melambangkan perjalanan sang almarhum ke alam akhirat dengan perahu, sementara kepala lasara yang menyerupai naga adalah simbol perlindungan dan kemuliaan.
Penggunaan Hasi Nifolasara khusus diperuntukkan bagi golongan bangsawan atau si’ulu yang memiliki kedudukan istimewa dan keistimewaan tertentu di masyarakat.
Tradisi ini terkait dengan sistem sosial yang kuat di Nias yang mengelompokkan masyarakat dalam tingkatan kelas seperti raja, bangsawan, rakyat biasa, dan budak.
Baca juga: Masjid dan Rumah Sejarah MTQ Pertama di Indonesia, Kini Masuk Sebagai Cagar Budaya Pemkab Asahan
Peti jenazah Hasi Nifolasara hanya ditemukan di Telukdalam, Nias Selatan, dan merupakan bagian dari prosesi besar pemakaman bangsawan yang sakral dan penuh makna simbolik.
Saat ini, tradisi penguburan dengan peti Hasi Nifolasara sudah mengalami perubahan, di mana peti jenazah kini umumnya dikubur seluruhnya dan kepala lasara dibuat sebagai tanda kuburan di atas tanah, baik dari kayu maupun semen, agar masyarakat tetap dapat mengenali makam bangsawan tersebut.(ray/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Hasi-Nifolasara.jpg)