Banjir dan Longsor Tapteng
DUKA LARA ELISABETH, 13 Hari Cari Jasad Ayah dan Abang Tertimbun Longsor❗
Elisabeth Hutabarat hanya bisa mencungkil tanah tempat di mana ayah dan abangnya hilang akibat banjir-longsor di Tapteng.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: M.Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Duduk di atas batu bekas bencana longsor dan banjir bandang, di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Elisabeth Hutabarat (20) tampak termenung.
Pikiran dan tatapannya terlihat kosong di antara keramaian.
Sambil memegang ranting kayu di tangan sebelah kanannya, Elisabet seperti mencungkil-cungkil tanah merah bekas longsor.
Ia terus memandangi ke arah belasan orang tim gabungan pencari korban hilang akibat bencana.
Matanya terus mengawasi ke arah tumpukan kayu, tanah yang digali oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, Polisi dan TNI di lokasi.
Sesekali ia berdiri, melihat ke arah rim pencari korban tewas dengan harap-harap cemas.
Tak lama kemudian, seorang petugas berteriak menemukan sebuah kursi roda.
Yang awalnya duduk, Elisabet langsung berdiri dan mendekat ke arah petugas.
Air matanya pun tak dapat terbendung lagi, ia menangis sambil sesekali menyeka matanya.
Disampingnya, ibunya yang juga menangis berusaha saling menguatkan.
Sebab, itu adalah kursi roda ayahnya yang tertimbun longsor di lokasi.
Meski demikian, hampir dari 1 jam penemuan kursi roda, jasad ayahnya tak kunjung ditemukan.
"Kursi roda, kursi roda,"teriak seorang petugas Tim SAR gabungan, di lokasi, Senin (8/12/2025).
Ketika ditemui, Elisabet mengungkap, kalau ayah dan abangnya hilang tertimbun longsor tak jauh dari rumah mereka.
Keduanya tertimpa reruntuhan tanah dan kayu yang jatuh dari tebing pada bencana Selasa 25 November lalu.
| PDIP Turunkan Tim Medis di Tengah Luka Bencana Tapteng, Rapidin: Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat |
|
|---|
| Hampir Tiga Pekan Pascabanjir Bandang, Penyintas di Tapanuli Tengah Masih Krisis Pakaian |
|
|---|
| Tak Ada Bantuan Baju Laki-laki, Penyintas Banjir Pria di Tapteng Terpaksa Kenakan Busana Perempuan |
|
|---|
| Tiga Bersaudara di Tapanuli Tengah Terus Mencari Ibu yang Hilang Tersapu Banjir Bandang |
|
|---|
| Meski Getir Rumah Hancur Disapu Banjir, Susiani Masih Berkali-kali Ucap Syukur Keluarganya Selamat |
|
|---|