Banjir dan Longsor Tapteng

DUKA LARA ELISABETH, 13 Hari Cari Jasad Ayah dan Abang Tertimbun Longsor❗

Elisabeth Hutabarat hanya bisa mencungkil tanah tempat di mana ayah dan abangnya hilang akibat banjir-longsor di Tapteng.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fredy Santoso | Editor: M.Andimaz Kahfi

Namun pada 23 November, abangnya itu datang menemui ayahnya membawa ikan segar. 

Tepatnya pada Selasa 25 November, sekitar pukul 01:00 WIB, Tebing di belakang rumahnya longsor dan membuat keduanya keluar rumah.

Namun keduanya tidak mengungsi seperti warga lainnya yang pergi ke gereja dekat situ.

Abang dan ayahnya bertahan di seberang rumah, yang kini sedang digali.

Ayahnya lumpuh duduk di kursi roda, didorong abangnya saat itu untuk menyelamatkan diri.

Namun, 3 jam kemudian, sekira pukul 04:00 WIB, longsor disertai banjir bandang menerjang rumah tempat ayah dan abangnya berlindung.

Saat itu juga keduanya tertimbun diantara kayu, tanah dan bebatuan.

"Kejadiannya itu pada hari Selasa tanggal 25 November kemarin jam 04.00 subuh ini semua Kampung habis dan kebetulan bapak saya sudah lumpuh tidak bisa ngapa-ngapain, dan abang saya juga karena ketiduran di sini jadi begitulah."

Sudah 13 hari Elisabet datang ke tempat ayah dan abangnya tertimbun.

Setiap hari dia berusaha mencari-cari jenazah keluarganya.

Bahkan, pekerjaannya ditinggalkan sementara demi menemukan anggota keluarganya.

Ia berharap keduanya bisa ditemukan agar bisa dimakamkan secara layak.

Sambil menangis, Elisabet mengungkapkan kalau kehidupan ayahnya selama ini sudah menderita.

Dia lumpuh dan menderita sejak Elisabet kecil.

"Dia hidupnya sudah menderita, mau pergi pun ke tempat terakhirnya harus seperti ini. Makanya kami berharap dia cepat ditemukan biar kami bisa menaruhnya ke tempat yang lebih baik di jalan Tuhan."

(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved