Banjir dan Longsor Tapteng

DUKA LARA ELISABETH, 13 Hari Cari Jasad Ayah dan Abang Tertimbun Longsor❗

Elisabeth Hutabarat hanya bisa mencungkil tanah tempat di mana ayah dan abangnya hilang akibat banjir-longsor di Tapteng.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fredy Santoso | Editor: M.Andimaz Kahfi

Namun hingga kini, keduanya tak kunjung ditemukan.

Selama seminggu sejak kejadian, ia dibantu keluarga yang lain dan warga sekitar mencari keberadaan keluarganya.

Disini, kepedihan dan kekesalan Elisabet mulai bertambah, lantaran selama itu tak ada bantuan alat berat dari pemerintah untuk evakuasi para korban.

Bukan ayah dan abangnya saja, melainkan ada 5 warga lainnya yang tewas tertimbun.

Namun kemarin, 3 orang sudah ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia.

"Sudah satu minggu kemarin tidak ada apapun yang dilakukan oleh pemerintah dan ini, sudah mau 2 Minggu baru ada datang bantuan,"kata Elisabet dengan sedikit kesal, Senin (8/12/2025).

Longsor dan banjir di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah sangat parah.

Satu kampung yang berisi belasan rumah lenyap seperti ditelan bumi.

Bencana itu datang dari bukit yang berada tepat di belakang rumah Elisabet semasa kecil hingga dewasa.

Reruntuhan tanah itu merosot lebih dari 1 kilometer kebawah, merusak aliran sungai dan sekitarnya.

Bencana ini merubah Desa wisata itu menjadi tandus dengan hamparan tanah merah bekas longsor beserta kayu-kayu gelondongan.

Elisabet mengungkapkan, saat kejadian, ayah dan abangnya sedang berada di rumah.

Selama ini ayahnya tinggal sendirian karena sudah berpisah dengan ibunya.

Sedangkan Elisabet, bekerja sebagai perawat di Kota Sibolga.

Begitu juga dengan saudaranya yang lain, bekerja dan sudah menetap di tempat lainnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved