Korban Banjir Bandang

SUSIANI KORBAN BANJIR Tapteng Menangis: Anak Saya Pengin Makan Ikan❓

Susiani korban banir bandang di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah menangis pilu ceritakan anaknya ingin makan ikan.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: M.Andimaz Kahfi
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
Susiani korban banir bandang di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah menangis pilu ceritakan anaknya ingin makan ikan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pagi begitu tenang, sejuk, dibawah perbukitan hijau, dan sungai yang mengalirkan air jernih mendadak mencekam.

Sungai dangkal yang awalnya jernih berubah menjadi kecoklatan dan meningkat debitnya.

Kala itu, sebagian warga di rumah dan sebagian lagi berada di ladang memanen getah karet ataupun hasil kebun untuk dijual kembali.

Tak lama kemudian, banjir bandang tiba-tiba mengamuk, memporak-porandakan perkampungan di Dusun IV, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bukan cuma air, banjir membawa kayu gelondongan, lumpur dan batu gunung berukuran besar hingga menghancurkan rumah-rumah warga.

Salah satu warga terdampak ialah Susiani, perantau asal Kota Medan yang menetap di lokasi selama 15 tahun, sesudah menikah dengan suaminya.

Rumah yang ia tempati bersama keluarganya hancur tak tersisa disapu air.

Rasa bersyukur pun ia ucapkan berkali-kali ketika mengenang peristiwa tersebut.

Sebab, ia dan seluruh anggota keluarganya selamat karena naik ke daerah lebih tinggi.

Namun, kepedihan kehilangan rumah begitu membekas di hati Susiani sampai saat ini, meski peristiwa terjadi pada Selasa 25 November lalu.

Penderitaan pascabencana seperti tak berkesudahan bagi Susiani.

Setelah 18 hari kehilangan rumah, ia merasakan susahnya menjalani kehidupan.

Untuk mendapatkan bantuan, ia harus berjalan kaki selama setengah jam atau 1 jam karena jalanan menuju tempat saat ini tinggal terputus.

Sepanjang perjalanan, ia harus melewati aliran air, kayu gelondongan dan batu-batu gunung sisa banjir.

"Rumah terbawa arus, gak ada lagi. Kain, semuanya gak ada yang tersisa,"kata Susiani, Sabtu (13/12/2025).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved