Korban Banjir Bandang
CURHAT JUMIATI Korban Banjir Tapteng: Listrik Padam, Air Terpaksa Ambil Dari Gunung❗
Jumiati korban banjir bandang di Tapteng curhat, betapa susahnya kehidupan saat ini, di mana listrik padam dan air terpaksa ambil dari gunung.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: M.Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Setelah 19 hari pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, wilayah ini masih jauh dari kata pulih.
Warga yang tinggal di lokasi masih kesusahan, mulai dari membersihkan rumah, akses jalan, hingga rawan banjir susulan.
Bahkan, air bersih dan listrik juga masih sangat terbatas bagi warga.
Amatan Tribun-medan.com, di lokasi, Sabtu 13 Desember, sepanjang jalan masih berlumpur.
Hal ini diakibatkan bekas-bekas lumpur yang sebelumnya menutup jalan ditaruh ke bagian sisi kanan dan kiri jalan.
Sehingga, ketika hujan turun, lumpur dari kedua sisi kembali ke jalanan.
Begitu juga dengan banjir di beberapa ratus meter jalanan menuju Kelurahan Hutanabolon.
Air masih mengalir deras, mengakibatkan sepeda motor tak bisa melintas.
Mobil pun, hanya tipe yang agak tinggi knalpotnya baru bisa melintas.
Di sepanjang jalan, sejumlah warga terlihat mencuci pakaian dengan air keruh kecokelatan pekat.
Selain itu, ada juga warga yang mencuci perkakas makan menggunakan air bercampur lumpur.
Di Kelurahan Hutanabolon, atau hampir ujung dari Kecamatan ini, listrik juga masih padam.
Kondisi ini kian memprihatinkan karena terlihat hanya ada 2 alat berat yang bekerja.
Satu mengangkut kayu-kayu gelondongan yang menyumbat sungai di jembatan kampung Martua, dan 1 lagi membuka akses jalan ke Lorong 4, Kelurahan Hutanabolon ke Desa diatasnya yang juga dipenuhi kayu.
Banjir pun diperkirakan masih berpotensi terjadi kalau hujan, karena aliran sungai dari Kelurahan Hutanabolon, hingga ke jembatan Kampung Martua tertutup lumpur.
| IBU MUDA Korban Bencana Tapteng Rela Tak Makan Asal Anak Minum Susu❗ |
|
|---|
| SUSIANI KORBAN BANJIR Tapteng Menangis: Anak Saya Pengin Makan Ikan❓ |
|
|---|
| CERITA KORBAN Banjir Bandang Batangtoru: Trauma dan Takut Sekali Pulang! |
|
|---|
| Dimata Keluarga, Johannes Merupakan Anak yang Baik |
|
|---|
| Ketika Terseret, Johannes Sempat Peluk Adiknya |
|
|---|