Komisioner KPU Dairi Bantah Ada Salinan Sisa Dukungan Sengketa di Kantor

Komisioner Bidang Hukum KPU Kabupaten Dairi, Veryanto Sitohang membantah bahwa ada salinan pertinggal sisa dukungan paslon perseorangan

Komisioner KPU Dairi Bantah Ada Salinan Sisa Dukungan Sengketa di Kantor
Tribun Medan/Tommy
Komisioner KPU Kabupaten Dairi, Veryanto Sitohang saat ditemui di kantor KPU, kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Komisioner Bidang Hukum KPU Kabupaten Dairi, Veryanto Sitohang membantah bahwa ada salinan pertinggal sisa dukungan paslon perseorangan Harungguan Sianturi-Umar Ujung (Harum) di kantor KPU.

Sisa dukungan e-KTP yang akan dihitung kembali sebagai putusan musyawarah sengketa telah berada di Posko Harum.

"Tidak ada salinan atau pun pertinggal sisa dukungan tersebut sama kami. Jumlahnya pun masih belum pasti berapa,"kata Veryanto, Selasa (19/12/2017).

Sisa dukungan tersebut juga masih belum ada kepastian.

Baca: Panwaslu Dairi Menangkan Gugatan Tim Harum, KPU Akan Hitung Ulang Dukungan KTP

Pasalnya, paslon Harum mengatakan berjumlah dua ribu, sedangkan KPU mengatakan 1.400 dalam persidangan sebanyak tiga kali.

Padahal, sisa dukungan tersebut berada di Posko Harum lebih dari dua hari.

"Kalau dalam putusan kemarin yang dihitung kembali itu kan yang sisa itu yang tidak tiga rangkap,"tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Dairi, Jadi Berutu mengatakan sisa jumlah dukungan tersebut ada pertinggal di Kantor KPU.

Baca: Musyawarah Sengketa Pilkada, KPU Dairi Bantah Pernyataan Saksi Tim Harum

Sehingga, ia tak mempersoalkan keberadaan e-KTP di posko tersebut.

"Kan sudah ada sebarannya. Jadi KPU tinggal mencocokkan aja. Bukti-buktinya kan juga ada di KPU," katanya.

Seperti diketahui, sisa dukungan e-KTP atau surat keterangan itu dikembalikan pihak KPU lantaran tidak memiliki tiga rangkap.

Hal ini menjadi sengketa dan dimenangkan pihak Harum.(*)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help