Menkeu Sri Mulyani Meradang soal Tudingan Utang tak Wajar, Beber Ketua MPR Zulkifli Hasan Salah

Menteri Keuangan Sri Mulyani gerah dengan tudingan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan soal lonjakan utang pemerintah Indonesia.

Editor: Salomo Tarigan
Warta Kota/Alex Suban
Menangkis tudingan soal utang. Para menteri dari kiri ke kanan, Seskab Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berdiskusi setelah pertemuan Presiden Joko Widodo dengan delegasi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3/2018). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani gerah dengan tudingan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan  soal lonjakan utang pemerintah Indonesia.  

Pidato Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada sidang tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, 16 Agustus 2018 lalu, ditanggapi Mekeu Sri Mulyani.

Topik pidato Zulkifli yang direspons yakni soal rasio utang Indonesia yang dinilai tidak aman.

Respons Sri Mulyani secara khusus diungkapkan melalui akun Facebook resmi Sri Mulyani Indarwati, Senin (20/8/2018) pagi.

Berikut kutipan lengkap Sri:

Tanggapan atas Pernyataan Ketua MPR “Pembayaran Pokok Utang Pemerintah Tidak Wajar”.

Ketua MPR dalam pidato sidang tahunan MPR 16 Agustus 2018 menyampaikan bahwa besar pembayaran pokok utang pemerintah yang jatuh tempo tahun 2018 sebesar Rp 400 triliun yang 7 kali lebih besar dari Dana Desa dan 6 kali lebih besar dari anggaran kesehatan adalah tidak wajar.

Kolase Sri Mulyani Vs Zulkifli
Kolase Sri Mulyani Vs Zulkifli (Tribun Medan)

Pernyataan tersebut selain bermuatan politis, juga menyesatkan.

Berikut penjelasannya:

1. Pembayaran pokok utang tahun 2018 sebesar Rp 396 triliun, dihitung berdasarkan posisi utang per akhir Desember 2017.

Dari jumlah tersebut, 44 persen adalah utang yang dibuat pada periode sebelum 2015 (sebelum Presiden Jokowi).

Ketua MPR saat ini adalah bagian dari kabinet saat itu. Sementara itu, 31,5 persen pembayaran pokok utang adalah untuk instrumen SPN/SPN-S yang bertenor di bawah satu tahun yang merupakan instrumen untuk mengelola arus kas (cash management).

Pembayaran utang saat ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi dari utang masa lalu, mengapa baru sekarang diributkan?

2. Karena Ketua MPR menggunakan perbandingan, mari kita bandingkan jumlah pembayaran pokok utang dengan anggaran kesehatan dan anggaran Dana Desa.

Jumlah pembayaran pokok utang Indonesia tahun 2009 adalah Rp 117,1 triliun, sedangkan anggaran kesehatan adalah Rp 25,6 triliun.

Halaman
1234
Sumber: Warta kota
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved