Juakta Sembiring Tikam Ayahnya Sampai Tewas, Kecanduan Narkoba dan Keluarga Berantakan

"Pas di TKP, personel nanya, 'Dek, dek, mana bapakmu?' Lalu dijawab si anak, 'di kamar, Pak. Sudah kubunuh'," kata Kapolsek.

Juakta Sembiring Tikam Ayahnya Sampai Tewas, Kecanduan Narkoba dan Keluarga Berantakan
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Jenazah Sampurna Sembiring (56) dibawa ke rumah sakit. 

TRIBUN-MEDAN.com - Haga Juakta Sembiring (30) warga Jalan Samanhudi, Kelurahan Bela Rakyat, Langkat tega menikam ayah kandungnya hingga tewas. Pelaku saat ini sudah ditahan di Polsek Kuala.

Juakta diamankan sejak Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB dari kediamannya, yang sama dengan kediaman ayahnya, Sampurna Sembiring (56). 

"Sekitar pukul 21.00 WIB, piket penjagaan mendapat telepon dari warga di sebuah rumah kontrakan yang mengabarkan ada pertengkaran antara anak dengan bapak kandungnya. Personel Polsek Kuala mendatangi TKP melakukan pengecekan ke dalam rumah," kata Kapolsek Kuala, AKP A Harahap.

"Pas di TKP, personel nanya, 'Dek, dek, mana bapakmu?' Lalu dijawab si anak, 'di kamar, Pak. Sudah kubunuh'," kata Kapolsek menirukan jawaban pelaku.

Baca: Kenapa Vera Oktaria Tega Dibunuh? Ini Penjelasan Psikolog dan Pesannya pada Wanita

Baca: Pecandu Narkoba dengan Keterbelakangan Mental di Thailand Bakar Empat Rumah

Baca: Kisah Heroik Mahasiswi 19 Tahun, Tertikam 8 Kali Demi Selamatkan Nyawa Sahabatnya

Saat itu pula, petugas langsung mengamankan Juakta, dan membawa ke kamar. Ditemukan di dalam kamar belakang, korban sudah tidak bernyawa dengan posisi telentang, baju kaos sobek dan berlumuran darah.

"Tersangka dibawa ke Polsek dan korban dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan medis tahap awal. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut," kata Kapolsek.

Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnold mengatakan,  Juakta tak terima lantaran selalu dinasehati ayahnya terkait pola hidupnya dan keluarganya yang berantakan.

"Motifnya emosi karena tiap jumpa dinasehati untuk enggak usah gunakan narkoba. Terus dinasehati karena sudah berkeluarga pun berantakan, apa enggak malu. Mereka satu kontrakan bapak dan anak," ujar AKP Arnold.

Dalam perkara ini diamankan barang bukti sebilah parang bergagang kayu, satu kaos berkerah warna hijau berlumuran darah, satu kaos singlet berlumuran darah. Juakta terancam hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved