Djaili Azwar: Tanya ke BI, Itu Bukan Kewenangan Saya
Komisaris Utama PT Bank Sumut yang juga Kepala Inspektorat Pemprov Sumut, Djaili Azwa
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Irfan Azmi Silalahi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Komisaris Utama PT Bank Sumut yang juga Kepala Inspektorat Pemprov Sumut, Djaili Azwar, buang badan saat ditanya soal pencalonan direksi Bank Sumut. Di kantornya dengan alasan sore hari, pria berbadan besar ini dengan cepat menyampaikan bahwa yang berhak menjelaskan itu adalah Bank Indonesia.
"Tanya ke BI. Itu bukan kewenangan saya menjelaskan," ujarnya, Selasa (17/12).
Saat dijelaskan bahwa pengajuan calon direksi merupakan hak gubernur, dan dirinya selaku Komisaris Utama mewakili gubernur, kembali Djaili buang badan. "Itu bukan kewenangan saya menjelaskan. Pengajuan calon direksi itu gubernur. Tanya saja sama gubernur. Sudah ya, ga ada lagi kan pertanyaan. Sudah sore ini," ujarnya.
Ditanya kembali prihal kenapa calon-calon direksi yang diajukan merupakan calon sebelumnya yang sudah gagal mengikuti fit and proper test, Djaili mengaku tidak tau. "Ga tau saya jawabannya. Sudah ya," ujarnya sembari meninggalkan ruangan menuju mobilnya.
Sembari berjalan menuju mobil, Djaili yang ditanya soal berapa banyak temuan inspektorat di lingkup Pemprov Sumut, menjelaskan laporan itu bukan untuk umum. Ia mengatakan temuan inspektorat hanya disampaikan pada BPK dan gubernur.
"Kalau ada temuan kami tindaklanjuti. Inspektoran menyampaikan laporan ke BPK dan gubernur. Oke ya," ujarnya sembari buru-buru menaiki mobil.
Hari itu, Djaili ditemui di kantornya berkisar pukul 16.30 WIB. Namun menurut ajudannya, yang bersangkutan tengah ada tamu di ruangan dan menyarankan Tribun menunggu. Anehnya, setelah tamu Djaili keluar dari ruangannya, ajudannya tadi malah tak melaporkan bahwa Tribun sudah menunggunya.
"Sabar Bang. Lagi ada tamu. Ini kan ada kamera. Orang Abang pasti terlihat juga di sini (ruang tunggu). Nanti dipanggil juga kok. Oke Bos," ujar ajudannya tadi.
Namun, setelah beberapa menit didesak, ajudannya tersebut barulah masuk ke ruangan Djaili. Kali ini alasan ajudannya lain lagi. "Bapak lagi salat. Tunggu saja," ujarnya.
Sekitar pukul 16.55 WIB, Djaili tampak keluar ruangan dan langsung menayakan keperluan Tribun. "Ada apa ini. Apa yang ingin ditanyakan," ujar Djaili.
Namun pertanyaan yang disampaikan kepadanya hanya dijawab dengan kata tidak tau dan bukan wewenangnya menjelaskan. Kemudian ia pun pergi menuju mobilnya.
Sebelumnya, masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (LEMPAR), hadir di Bank Indonesia (BI). Dalam aksinya, massa mempertanyakan prihal jajaran direksi Bank Sumut yang dianggap tidak ideal, sejak ditinggal Direktur utamanya, Gus Irawan Pasaribu sejak Juni 2013.
Pemilihan calon pemimpin bank ini terkesan alot dan panjang sehingga membuat gerah masyarakat dan mendesak BI agar membatalkan calon direksi Bank Sumut yang diajukan Pemegang Saham Pengendali (PSP) karena dinilai tidak menenuhi syarat PBI dan surat edaran BI.
Gubsu sebagai PSP Bank Sumut juga diminta untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan mengajukan calon direksi yang tidak memenuhi persyaratan."Perjalanan untuk menetapkan jajaran direksi Bank Sumut sampai hari ini belum juga menghasilkan pimpinan definitif, dengan liku-liku yang sangat panjang dan diduga terkesan dipaksakan, syarat kepentingan, dan ingin melanggar PBI," ujar Khairul Fahmi, koordinator aksi hari itu.