DPRD Siantar Tolak Permintaan Anggaran Seragam Training oleh BKD

Permintaan dana Badan Kepegawaian Daerah sebesar Rp 16,8 juta untuk pengadaan pakaian training dalam R-APBD 2015

DPRD Siantar Tolak Permintaan Anggaran Seragam Training oleh BKD
Tribun Medan / Abul Muamar
Pelantikan anggota DPRD Pematang Siantar 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Permintaan dana Badan Kepegawaian Daerah sebesar Rp 16,8 juta untuk pengadaan pakaian training dalam R-APBD 2015 dicecar habis-habisan oleh Ketua DPRD Pematangsiantar Eliakim Simanjuntak.

Dalam rapat bersama Komisi I DPRD Pematangsiantar, Kamis (11/12/2014), Kepala BKD Pematangsiantar Pariaman Silaen merasa pihaknya membutuhkan seragam training untuk kerja bakti gotong royong setiap hari Jumat.

"Masak orang bapak mau dibeliin lagi baju training. Emangnya orang bapak mau bersihin parit. Dinas Kebersihan itu perlu dibenahi. Pikirkanlah. Jangan asal-asalan aja minta-minta. Lagian bukan tugas utama orang bapak itu bersih-bersih," kata Eliakim.

"Jangan pula yang seharusnya dipikirkan gak dipikirkan. Jangan PNS ini mikirkan egonya saja. Ini masa minta pakaian untuk bersih-bersih hari Jumat. Apa nanti kata orang pakaian saja. Aduuuh. Masak kita minta itu lagi. Kita malu sama masyarakat. Udahlah uang kita sedikit."

Eliakim juga mengkritisi permintaan BKD yang hendak meminta anggaran untuk biaya kuliah pegawai.

"Kita aja gak tahu siapa-siapa aja yang dikasih. Jangan-jangan orang kaya dia," kata Eliakim.

Usai rapat, Pariaman beralasan bahwa seragam training akan digunakan juga pada hari-hari tertentu.

"Urgensinya setiap Jumat kita gotong royong massal. Kita bersihin parit semuanya mencangkul. Sebenarnya juga bukan untuk itu aja. Untuk yang lain-lain juga, kayak hari-hari nasional, gerak jalan santai. Jadi seragam nampak ada bacaannya BKD," ujarnya.

Terkait permintaan dana untuk biaya kuliah sejumlah pegawai, Pariaman mengatakan itu diperuntukkan bagi pegawai yang benar-benar mampu menjalaninya.

"Uang kuliah itu gak seberapa itu. Semua kita seleksi. Sangat ketat. Semua udah ada ketentuannya. Sama sekali kita gak ada memandang itu orang kaya atau miskin. Siapa yang mampu kita berangkatkan," ujarnya.

Adapun BKD Pematangsiantar mengajukan tiga permohonan anggaran, yakni biaya seragam training Rp 16,5 juta, biaya pembinaan PNS sebesar Rp 227,450,juta, dan biaya kuliah pegawai Rp 440 juta.

(amr/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved