Kisah Pilu Seorang Dokter Korban KDRT hingga Tak Sadar Telah Membunuh Suaminya dengan Martil
Salah seorang korban KDRT di Australia, Chamari Liyanage, tidak terlihat seperti perempuan yang mengalami kekerasan bertahun-tahun.
Kekerasan yang dialami Chamari terus meningkat. Begitu juga status ketakutan dan kegelisahannya. Sampai pada suatu malam di bulan Juni, dia pun murka.
Tidak tahu apa yang terjadi
Dia mengaku dirinya masih tidak dapat mengingat apa yang terjadi pada malam itu.
"Din meminta saya untuk tidur sehingga saya menutup laptop dan saya pun pergi tidur. Kemudian ketika terbangun. Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada hari itu. Dan sampai hari ini masih tidak tahu apa yang terjadi.
Yang terjadi adalah Chamari memukul suaminya hingga tewas dengan martil seberat 1,79 kilogram.
Dia menghubungi petugas dan pada Pukul 6.30 pagi 26 Juni 2014, dan polisi yang tiba di rumahnya mendapati Chamari tengah meringkuk di kursi dalam kondisi yang sangat kacau.
Ketika polisi yang datang memasuki kamar tidur, mereka mendapati sang suami berbaring di tempat tidur bersimbah darah. Sebuah bantal menutupi wajahnya dan sebuah martil tergelatak di samping kepalanya.
“Saya tidak dapat membayangkan karena Din satu-satunya pasangan saya,” ungkapnya.
“Saya amat mencintainya dan satu-satunya alasan yang membuat saya mampu bertahan adalah saya mengira dia akan berubah menjadi pria lembut dan penyayang yang saya jumpai 4,5 tahun yang lalu," tuturnya.
“Saya pernah melihat sisi baik dia. Saya juga pernah melihat sisi menyenangkan darinya. Saya kira dia akan berubah jika saya menuruti perintahnya, jika saya berusaha membuatnya bahagia,” kata Chamari.
“Saya kira suatu hari dia akan berubah, sehingga saya tidak dapat mempercayai apa yang terjadi pada hari itu," ujarnya.
Dua hari setelah kematian Dinendra Athukorala, Chamari Liyanage pun didakwa dengan tuduhan pembunuhan.
Penjara jadi surga yang aman
Setelah menjalani persidangan selama tiga pekan dan mendengarkan bukti-bukti kekerasan domestik yang luas, Chamari dinyatakan tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan. Tetapi dia dihukum karena pembunuhan yang tidak direncanakan dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara, dihitung sejak malam kematian suaminya.
Dia mengatakan kepada rekannya bahwa dia merasa lebih bebas ketika berada di dalam Penjara Greenough daripada ketika dalam pernikahannya sendiri.