Breaking News:

News Video

MEMANAS, Buruh dan Polisi Saling Dorong, Massa Coba Masuk untuk Bertemu Edy Rahmayadi

Aksi sempat memanas saat Amin Basri meminta rekan-rekannya sesama buruh untuk maju selangkah ke gerbang kantor gubernur

Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Hendrik Naipospos
Tribun Medan
Polisi dan buruh terlibat saling dorong saat unjuk rasa penolakan UMP di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (6/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menolak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8,03 persen dan PP 78 tahun 201, ratusan buruh melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (6/11/2018) siang.

Aksi sempat memanas saat Ketua Federasi Serikat Pekerja Industri (FSPI) Amin Basri meminta rekan-rekannya sesama buruh untuk maju selangkah. Akibatnya, polisi dan buruh terlibat saling dorong.

Ketua Bidang Konsolidasi SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) Sumut Erwin Manalu dari atas mobil komando meminta petugas kepolisian tak mengadang langka para pengunjuk rasa.

"Pakaian dinas kalian kami yang bayar. Gaji kami hanya naik senilai sebungkus lontong. Jangan halang-halangi, kami mau jumpa gubernur," kata Erwin.

"Kalau Sumut berdarah-darah berarti polisi yang memprovokasi. Bila perlu kita ke Jakarta sampaikan pada Kapolri. Tapi mari kita bicarakan baik-baik. Karena kalau memang buruh sudah sejahtera, tidak akan mau datang ke sini. Wahai Edy anda baru diangkat sebagai gubernur dan anda sendiri yang berambisi menjadi gubernur. Yang datang adalah rakyatmu," teriak Erwin.

Tonton suasana di depan Kantor Gubernur Sumut;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Buruh Bawa LONTONG sebagai Simbol Penolakan Kenaikan UMP yang Sangat Kecil

Aliansi Pekerja Tagih Janji Gubernur Edy Sejahterakan Buruh saat Kampanye

Buruh Gelar Orasi Tolak UMP di Depan Kantor Gubernur, Satlantas Alihkan Arus Lalulintas

Erwin menuding gubernur tidak gentleman karena tidak menemui ratusan buruh.

"Kalau anda (Edy Rahmayadi) terima hanya setengah jam, berbincang dari hati ke hati antara orang tua dan anak, tidak akan jadi begini," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved