Update CPNS-Tak Lulus jadi ASN CPNS Mengadu ke Ombudman Sumut, Ini Jawaban Kepala BKD Sumut

Sertifikat pendidik mereka tidak didata oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sumut dalam seleksi CPNS, mengakibatkan 33 pelamar tidak lulus

Update CPNS-Tak Lulus jadi ASN CPNS Mengadu ke Ombudman Sumut, Ini Jawaban Kepala BKD Sumut
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Para pelamar CPNS guru yang melapor ke Ombudsman, karena diduga sertifikat pendidik tidak dinilai. 

TRIBUN-MEDAN.com- Sejumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi guru di Sumatera Utara (Sumut) melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

Hal itu dilakukan, karena diduga sertifikat pendidik mereka tidak didata oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sumut dalam seleksi CPNS, yang mengakibatkan 33 pelamar tidak lulus seleksi.

Asisten Ombudsman RI Perwakilan Sumut Achir Nauli Gading Harahap mengatakan, Permenpan Nomor 36 Tahun 2018 memberikan kekhususan terhadap pelamar CPNS guru yang memiliki sertifikat pendidik yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Agama dan Kemenristek Dikti.

Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biroksari Republik Indonesia Nomor: B/646/S.SM.01.00/2018 tertanggal 30 November 2018, yang menyatakan, berkaitan dengan penggunaan sertifikat pendidik berdasarkan Permendikbud No. 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikasi, setiap peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) formasi jabatan guru yang telah dinyatakan lulus SKD akan diberikan nilai penuh (100,00) pada hasil SKB.

"BKD Provinsi Sumatera Utara telah mendata bahwa terdapat 74 perserta seleksi CPNS 2018 guru yang memiliki sertifikat pendidik," kata Gading, Selasa (5/2/2019)

"Setelah dilakukan verifikasi keabsahan dan lineritasnya berdasarkan Permendikbud No. 46 Tahun 2016 hanya terdapat 39 orang sertifikat pendidik yang terdata di laman http://ppg.ristekdikti.go.id/cekserdik/," tambahnya.

Warga Padati Vihara Candi Buddha Sembahyang Hari Raya Imlek 2570

Polrestabes Medan Kejar Enam Pelaku Lain yang Menewaskan Jarisman Saragih

Hasil Survei Charta Politika Suguhkan Data Prabowo-Sandiaga Uno Lebih Popular di Kalangan ASN

FOTO-FOTO Polrestabes Gelar Kasus Pengeroyokan Maut Yang Menewaskan Anggota IPK

Ombudsman menilai telah terjadi dugaan Maladministrasi ketika BKD Provinsi Sumatera Utara hanya memeriksa secara mandiri laman sertifikat pendidik Kemenristek Dikti dan tidak memeriksa laman sertifikat pendidik pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta laman sertifikat pendidik Kementrian Agama.

Hal tersebut juga dikuatkan dengan Pengumuman No: 800/0700/BKD/II/2019 tentang Hasil Seleksi Akhir CPNS di Lingkungan Pemprov Sumut Formasi Tahun 2018 yang menyatakan hanya mengecek sertifikat pendidikan yang dikeluarkan oleh Kemensristek Dikti.

Lurah di Riau Dipenjara selama 8 Bulan lantaran Turut Mengampanyekan Caleg

Imam Besar Al Azhar: Rangkul Saudara dan Saudari Kristen, Jangan Gunakan Istilah Minoritas

Yuk Tilik Peruntungan Shio Anjing di Tahun Babi Tanah 2019, Hoki dalam Hal Keuangan Loh

Gading menjelaskan, apa yang dilakukan BKD Sumut itu mengakibatkan 33 orang peserta seleksi CPNS 2018 yang memiliki sertifikat pendidik yang dikeluarkan oleh Kemendikbud dan Kemenag tidak diberikan nilai penuh (100,00) pada hasil SKB sesuai ketentuan Permenpan Nomor 36 Tahun 2018.

Gading menyebutkan, atas laporan ini Ombudsman langsung melakukan Reaksi Cepat Ombudsman dengan menemui Kepala BKD Pemprov Sumut, Kaiman Turnip.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved