Golkar Sumut Dukung Penuh Ketua Umum Airlangga Hartarto, Setuju Munas Akhir 2019
Berikut pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tandjung
Hal itu dilakukan sebagai bagian kebijakan konsolidasi dalam membangun soliditas dan kebersamaan dalam pergerakan pemenangan Pemilu.
"Insya Allah Partai Golkar se-Sumatera Utara hingga saat ini masih solid dan kami akan pertahankan terus kebersamaan itu," tegasnya.
Doli mengungkapkan, dalam setiap pembicaraan bersama Ketua-Ketua DPD Kabupaten/Kota, pihaknya menyadari soliditas serta kekuatan bersama adalah modal penting membangun kembali kejayaan partai.
Baca: Kisah Eks Kabareskrim Polri Susno Duadji, Sekarang Pilih Tinggal di Desa, Blusukan dan Jadi Petani
Baca: Puluhan Narapidana Kabur dengan Memecahkan Kaca setelah Terjadi Kerusuhan di Rutan Lhoksukon
Doli mempersilakan siapapun kader Golkar yang akan maju menjadi Calon Ketua Umum.
Baginya, sosok Bambang Soesatyo atau para kader yang ingin mencalonkan diri, mesti menyampaikan gagasan alternatif ke depan.
"Jangan bicara kembali ke belakang, apalagi menyerang orang per orang. Itu akan kontraproduktif buat Golkar ke depan," tambahnya.
Ia berharap Munas yang akan datang menjadi wadah untuk melakukan evaluasi secara sungguh-sungguh terhadap apa yang dialami partai selama satu periode ke belakang.
Menurutnya lada periode tersebut, penuh dengan dinamika dan cobaan, terkait hasil Pemilu 2019.
Pada musyawarah tersebut, kata Doli, mesti ada evaluasi secara komprehensif yang melibatkan tak hanya DPP sebagai penanggung jawab tertinggi saja.
Melainkan, andil dari seluruh stakeholder partai, para pimpinan DPD Provinsi dan Kabupaten/Kota, juga dari para caleg.
"Munas bukan hanya melulu soal kontestasi perebutan jabatan Ketua Umum saja. Harus dibangun kesadaran baru untuk tidak mengulangi apa yang terjadi dalam lima tahun terakhir," jelasnya.
Doli mengatakan dalam situasi sulit sekalipun, Golkar masih bisa meraih hasil 85 kursi yang merupakan jumlah kursi kedua terbesar di DPR RI.
"Kesadaran baru itulah yang bisa membatasi dan mengeluarkan Golkar dari trauma dan ribut-ribut soal masa lalu. Yang dibutuhkan adalah bicara proyeksi ke depan," katanya.
Dalam kontestasi perebutan jabatan Ketua Umum, Doli berharap para kandidat lebih banyak mengedepankan penyampaian visi baru, misi baru, dan program baru untuk memenangkan Golkar di Pemilu 2024.
"Bukan terjebak dan surut ke belakang dengan polemik mencari-cari salah orang per orang. Dengan catatan seperti itu, siapa saja dipersilakan untuk maju menjadi Calon Ketua Umum,"pungkasnya.
Seperti diberitakan, kader muda Partai Golkar yang tergabung dalam Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) mendorong dipercepatnya pergantian kepemimpinan di Golkar.
Pada usulan itu, nama Ketua DPR Bambang Soesatyo mencuat sebagai ketua umum selanjutnya sebagai respons atas pencapaian Pemilu 2019 yang merupakan titik nadir bagi Golkar.
(gov/tribun-medan.com)