Tinggi Gelombang Mencapai 4 Meter Di Perairan Laut Sumatera, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Sugiyono mengatakan, gelombang tinggi dipengaruhi sirkulasi udara di Samudera Pasifik Utara Papua.

Tinggi Gelombang Mencapai 4 Meter Di Perairan Laut Sumatera, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
TRIBUN MEDAN/ Rendika F/TRIBUN JOGJA
Tinggi Gelombang Mencapai 4 Meter Di Perairan Laut Sumatera, BMKG Keluarkan Peringatan Dini . Tim SAR tengah melakukan penyisiran pantai Baron, untuk menemukan korban terseret ombak, Rabu (25/5/2016). 

Tinggi Gelombang Mencapai 4 Meter Di Perairan Laut Sumatera, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

TRIBUN-MEDAN.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang mencapai empat meter di perairan laut Sumatera, Minggu (11/8/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Sugiyono mengatakan, gelombang tinggi dipengaruhi sirkulasi udara di Samudera Pasifik Utara Papua.

Adapun pola angin di wilayah Indonesia umumnya dari Timur-Selatan.

Adapun kecepatan angin yakni, 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Laut Cina Selatan, Laut Natuna dan Selat Karimata bagian utara.

"Kondisi ini yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Sugiyono, tinggi gelombang berkisar 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka Bagian Utara, Samudera Hindia Barat Sumatera, Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, dan Perairan Barat P Simeleu hingga Kepulauan Mentawai.

"Peringatan ini berlaku sejak Sabtu (10/8/2019) hingga Minggu (11/8/2019)," urainya.

Baca: Polisi Temukan 10 Paket Sabusabu di Dompet Seri Handayani saat Kamarnya Digeledah

Baca: Aktor Ajun Perwira Pamerkan Hasil USG Sang Istri Jennifer Jill Positif Hamil Program Bayi Tabung

Baca: Majelis Tafsir Alquran Sumut Sembelih 85 Ekor Sapi dan Empat Kambing

Untuk menyikapi hal tersebut, Sugiyono menyampaikan harap diperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).

Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Baca: Top Skor PSMS Medan Ini Bertekad Jebol Gawang Persiraja Banda Aceh

Baca: Marquez Start Nomor 1 dan Rossi Posisi 10, Ini Daftar Pole dan Link Live Streaming MotoGP Austria

Baca: Remaja Ini Rela Tidak Jajan Sejak Sekolah Dasar (SD) demi Menabung untuk Beli Hewan Kurban

Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).

Baca: Anggota Polri Brigadir Sahri Tewas Tabrak Truk yang Sedang Turunkan Sapi, Sopir Ditetapkan Tersangka

Baca: Bank Sumut Beri Tali Asih Kepada Janda Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia

Kemudian kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m).

Baca: Sebelum Gelar Latihan Malam, Asisten Pelatih PSMS, Edy Syahputra Sempatkan Diri jadi Panitia Kurban

Baca: PWI Langkat Kurban Satu Ekor Sapi Pemberian Mantan Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved