Breaking News:

Pilkada Siantar Ditunda hingga Desember 2020, Anggaran Rp16 Miliar Masih di Rekening KPUD

Daerah yang sudah menganggarkan pendanaan hibah kegiatan Pilkada diminta tidak mengalihkan dana hibah untuk kegiatan lainnya.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
DOKUMENTASI pelantikan PPK Kecamatan untuk Pilkada Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, SIANTAR - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pematangsiantar tampaknya mengambil langkah aman sesuai keputusan Komisi Pemilihan Umum RI Nomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 tanggal 21 Maret 2020 tentang penundaan tahapan Pilkada tahun 2020 dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Ketua KPU kota Pematangsiantar Daniel Sibarani saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut menyatakan, pemerintah optimis bahwa Pilkada serentak bisa terlaksana pada Desember 2020.

Dalam instruksi tersebut, daerah yang sudah menganggarkan pendanaan hibah kegiatan Pilkada diminta tidak mengalihkan dana hibah untuk kegiatan lainnya.

Kemudian, untuk anggaran sisa yang sudah diterima KPU tetap disimpan dalam rekening penyelenggara sampai penetapan pencabutan penundaan tahapan.

"Untuk KPU Siantar sendiri sudah melakukan cut off dana hibah Pilkada serentak 2020. Penutupan transaksi anggaran dana Pilkada dilakukan sejak 31 Maret 2020, sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Kita ikut keputusan pemerintah saja. kalau diputuskan di-realokasi, kita laksanakan. Tapi kita lihat surat ini, keputusannya adalah dana tersebut tetap di rekening KPU," ujarnya.

Kabar Terbaru Pilkada Serentak 2020, DPR dan Mendagri Setujui Pemilu Kepala Daerah 9 Desember 2020

Saat disinggung apakah KPU Kota Pematangsiantar sudah mengembalikan anggaran ke Pemko Siantar, dia mengatakan sampai saat ini anggaran tersebut masih berada di rekening KPU.

"Iya masih di rekening KPU. Sesuai surat edaran Kemendagri, dan jika ada instruksi atau keputusan anggaran itu di-realokasi, kita patuh saja," ujarnya.

Daniel menegaskan kalau anggaran yang disepakati KPU dengan Pemko untuk penyelenggaraan Pilkada senilai Rp21 miliar.

Adapun yang sudah di rekening KPU sebesar Rp16 Miliar. Kemudian yang sudah digunakan KPU sampai Februari 2020 berkisar Rp 900 juta.

"Saya tegaskan lagi kalau anggaran itu yang masuk ke KPU Siantar Rp16 miliar. Hasil rapat dengan Pemko Siantar sebelumnya kalau sisa Rp5 miliar agar diberikan ke KPU pada bulan Juni dari dana hibah daerah dan dituangkan dalam perjanjian," katanya.

"Apapun keputusan dari pusat, kita didaerah hanya bisa menurut saja. Itukan langsung dari Kemendagri. Kalau kita dari KPU, seandainya anggaran itu digunakan berdasarkan pemerintah untuk digunakan untuk pencegahan Covid-19 kita siap untuk menjalankannya," katanya.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved