TKI Ilegal Harus Setor hingga Rp 3 Juta, Sering Tertipu dan Ditelantarkan di Tengah Laut

sejumlah TKI yang selama ini bekerja di Malaysia nekat pulang kampung karena sudah tidak memiliki pekerjaan tetap sejak negeri jiran tersebut lockdown

TRIBUN MEDAN/HO
PETUGAS Lanal Tanjungbalai Asahan mendata TKI ilegal di Posmat Bagan Asahan, Sabtu (2/5/2020). Para TKI ilegal yang berjumlah 27 orang ditemukan petugas Lanal Tanjungbalai di kawasan Hutan Bakau Sei Sembilang, Asahan sekitar pukul 06.00 WIB. 

TANJUNGBALAI,TRIBUN-Sejak pemerintah Malaysia menerapkan lockdown akibat merebaknya virus Corona/Covid-19, tak sedikit warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sana kehilangan pekerjaan.

Seperti halnya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tidak memiliki dokumen (ilegal).

Mereka paling banyak terdampak, dan terpaksa pulang kampung karena kehilangan pekerjaan akibat lockdown.

13 TKI Ilegal yang Baru Pulang Dari Malaysia Nyaris Mati Kelaparan di Hutan Bakau

"Kami pulang dari Malaysia numpang kapal tekong.

Sejak ada corona itu, kami enggak bekerja lagi," kata Sumanto (43) warga Air Joman, Asahan yang merupakan TKI ilegal, Minggu (3/5/2020).

Ia mengatakan, untuk pulang ke Indonesia, para TKI ilegal harus merogoh kocek bervariasi.

Paling sedikit, lanjut Sumanto, TKI ilegal seperti dirinya harus menyetor uang Rp 1 juta.

Uang itu diserahkan pada pemilik kapal tekong.

PAKAI Baju PKI, TKI Ilegal Warga Batubara Tak Tahu Kaos Palu Arit yang Dipakai Lambang Komunis

"Ada juga yang harus bayar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta ke pemilik kapal.

Tergantung permintaan," kata Sumanto.

Halaman
1234
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved