Breaking News

Seorang Kolonel dan 2 Prajurit AD India Tewas dalam Pertempuran Sengit dengan Pasukan China

Korban jiwa ini merupakan yang pertama dalam konflik India vs China sejak tahun 1975.

Editor: AbdiTumanggor
india today
Personel tentara China dan India cekcok di perbatasan 

China mendorong penarikan pasukan dari Sikkim.

Akhirnya, perselisihan pecah saat pasukan Zeni Angkatan Darat India mulai bekerja di sektor ini.

China telah menggali parit di sepanjang perbatasan, melampaui sisi India meskipun disuruh mundur.

Untuk menggagalkan langkah perambahan Cina, India mulai menaikkan pagar.

China keberatan dengan pendirian piket besi panjang dari Nathu La ke Sebu La seperti yang telah disepakati sebagai perbatasan antara Inggris dan Dinasti Qing China di bawah perjanjian 1890.

Perkelahian pecah saat pasukan Tiongkok datang untuk menghentikan pembangunan pagar kawat pada 11 September.

Seorang perwira PLA dihajar. Tiga hari setelah itu, baku tembak pecah di Nathu La.

Baku tembak berlanjut selama tiga hari lagi.

Gencatan senjata disepakati 14 September.

Kedua negara saling melakukan pertukaran jasad tentara selama dua hari.

Baku tembak pecah lagi selama 20 hari di Cho La pada 1 Oktober yang mengakibatkan kerugian besar di kedua pihak.

Korban di pihak Tiongkok tiga kali lebih besar. Lebih dari 80 tentara India dan diperkirakan 300-400 tentara China tewas dalam insiden itu.

Insiden lain terjadi pada tahun 1975 di Sikkim, yang dianggap sebagai insiden tak sengaja empat tentara India tewas setelah nyasar masuk ke wilayah China dalam patroli kabut tebal.

Namun, menurut versi lain dari insiden itu, menyebut pasukan China melintasi perbatasan pada Oktober dan menyergap tentara India, hanya lima bulan setelah Sikkim memberikan suara dalam referendum untuk bergabung dengan Uni India.

Pasukan India di sekitar Danau Pangong
Pasukan India di sekitar Danau Pangong (india today)

Ini adalah kali terakhir peluru ditembakkan di sepanjang perbatasan India-China.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved