DOR! Andi Pratama Siregar alias Letoy (30) Ditembak Mati, Berikut Sepak Terjang Kejahatannya
Andi Pratama Siregar alias Letoy (30) disebut-sebut sebagai otak aksi penjambretan/pembegalan yang sudah berkali-kali beraksi di Kota Medan
Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko menyebutkan bahwa tersangka Letoy ditembak mati karena mencoba membahayakan personel.
TRIBUN-MEDAN.com - Personel Satreskrim Polrestabes Medan menembak mati satu tersangka komplotan jambret/begal dan menangkap 3 pelaku lainnya yang kerap beraksi di Kota Medan.
Keempat pelaku yaitu:
1. Andi Pratama Siregar alias Letoy (30).
2. Erwin Syahputra (24).
3. Sabarullah alias Sabir (25).
4. Galuh Pamungkas (22).
Pelaku yang ditembak mati bernama Andi Pratama Siregar alias Letoy (30), warga Jalan Gatot Subroto Km 5,5 Gang Radio, Kecamatan Medan Helvetia.
Letoy disebut-sebut sebagai otak aksi penjambretan/pembegalan yang sudah berkali-kali beraksi di Kota Medan.
Sedangkan tiga pelaku lainnya, bernama Erwin Syahputra (24) warga Jalan Kelambir V tanah garapan, berperan sebagai joki sepeda motor Vario warna hitam.
Lalu, Sabarullah alias Sabir (25) berperan sebagai eksekutor dan Galuh Pamungkas (22) warga Jalan Binjai KM 9,1, Desa Lalang Kota, Deliserdang.
• Penguburan Jenazah Korban Covid-19 di Medan Habiskan Rp 860 Juta, Begini Penjelasan Pemko
• Ribuan Penumpang Kereta Api Gagal Berangkat, KAI Ingatkan Siapkan Berkas Sebelum Beli Tiket

DUA tersangka jambret atau begal yakni Sabarullah dan Galuh Pamungkas tertunduk saat berada di Polrestabes Meda, Selasa (16/6/2020). (TRIBUN MEDAN/MAURITS)
Amatan Tri bun-Medan.com, saat paparan kasus hanya ada dua tersangka yang dihadirkan.
Kondisi keduanya mengalami luka tembak di bagian kaki.
Dua tersangka itu terlihat menggunakan kursi roda dan tongkat.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan bahwa tersangka Letoy ditembak mati karena mencoba membahayakan personel.
Sedangkan yang lainnya diberikan tembakan di kaki karena mencoba melarikan diri.
"Ada empat tersangka yang ditangkap dari dua TKP, yaitu Medan Baru dan di Sunggal. Aksi mereka salah satunya yang viral di medsos,” kata Kapolrestabes saat konferensi pers, Selasa (16/6/2020).
“Tersangka APS meninggal dunia karena berusaha melukai anggota kita. Dia ini adalah otak pelaku (jambret) ini.
Sedangkan satu lagi ES sakit di RS Bhayangkara. Seluruh pelaku dilakukan tindakan tegas terukur," beber Riko.
Ia menerangkan kronologi penangkapan para bandit jalanan itu berlangsung di dua TKP.
Yakni pada 9 Juni 2020 di Jalan Kapten Patimura, Medan Baru dan 12 Juni 2020 di Medan Sunggal.
"Pada 9 Juni 2020 sekitar pukul 13.30 WIB, korban mengendarai mobil Toyota Agya dengan tujuan Bank Sumut Jalan lskandar Muda, kemudian korban berputar arah balik ke Asrama Brimob untuk mengambil vitamin ke tempat kakak korban," terang Riko.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko memaparkan pengungkapan kasus jambret (begal), dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (16/6/2020). (Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk)
• Putranya Dibully Gegara Masa Lalu Orangtua, Joana Alexandra Minta Maaf dan Jujur Hamil di Luar Nikah
• Buronan FBI Ditangkap di Indonesia, Kerap Pesan Cewek-cewek ABG Untuk Puaskan Nafsu Liarnya
Selanjutnya, tukang parkir Warung O’mande melihat ban depan sebelah kanan mobil korban sobek. Ia pun memberitahukan kepada korban.
Kemudian korban berhenti dan keluar sambil menyandang tas, untuk melihat keadaan ban mobilnya.
Tiba-tiba, dari arah yang bersamaan dua orang pelaku dengan mengendarai sepeda motor jenis matic mendekati korban.
Pelaku yang berada di belakang langsung menarik tas korban.
Sedangkan di TKP Sunggal, Riko menjelaskan, penjambretan terjadi pada 12 Juni 2020 sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban bersama temannya melintas berboncengan dengan menggunakan sepeda motor.
• 10 Merek Mobil Paling Laris Sepanjang Mei 2020, Toyota Urutan Pertama sementara Wuling Ke 9
• Demokrat Dukung Akhyar Nasution Maju ke Pilkada Medan, Ini Alasannya
Saat itu korban dibonceng saksi, dan meletakkan tasnya di pangkuan.
"Secara tiba-tiba datang dua pelaku dari sebelah kanan menggunakan sepeda motor dan merampas tas korban dan selanjutnya melarikan diri. Korban berusaha mengejar dan berteriak maling, namun pelaku berhasil kabur," jelasnya.
Para pelaku berhasil ditangkap personel Satreskrim Polrestabes Medan pada 13 Juni 2020 di sebuah pondok rumah sewa di Jalan Sei Batang Hari, Medan.
Catatan Hitam Tersangka
Tersangka Andi Pratama Siregar yang ditembak mati personel Polrestabes Medan, ternyata merupakan residivis kawakan.
Ia sudah bolak-balik keluar masuk penjara. Terakhir, tersangka Andi dibebaskan dari penjara setelah mendapatkan program asimilasi Covid-19.
Tersangka Andi dinyatakan sebagai otak pelaku jambret yang terjadi di dua lokasi, Medan Baru dan Sunggal.
"Perlu kami sampaikan juga tersangka atas nama APS (Andi Pratama Siregar) adalah residivis," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dalam konferensi pers, Selasa (16/6/2020).
Catatan hitam Andi Pratama Siregar pun ternyata cukup panjang.
Pada tahun 2014, ia dihukum 1,5 tahun penjara karena kasus narkoba.
Setelah keluar, Andi Pratama Siregar ditangkap pada tahun 2017 karena kasus jambret.
Ia menjalani hukuman selama 8 bulan.
Usai menjalani hukuman, Andi Pratama Siregar kembali terlibat kejahatan curas.
"Yang bersangkutan sudah pernah tiga kali ditahan berkaitan dengan kasus narkoba pernah kena 1,5 tahun.
Yang kedua kasus curas kena 8 bulan, dan yang ketiga kasus curas juga," sambungnya.
Dalam kasus ketiga itu, Andi ditangkap tahun 2018 oleh personel Polsek Helvetia.
Ia dihukum selama 3,5 tahun, namun bisa bebas lebih cepat karena program asimiliasi.
"Keluar tahun 2020 ini karena program asimiliasi," terangnya.
(vic/tri bun-medan.com)
• Fakta-fakta Ratusan Kilogram Narkoba Diamankan Polda Sumut, Sejumlah Pelaku Ditembak Mati
• 8 Jenderal Polisi Ini Hangat Diperbincangkan Jadi Calon Kapolri, Salah Satu Sosok Ini Diperhitungkan
• Kronologi Dilaporkannya Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono ke Polisi oleh Keluarga Sultan Hamid II
• Kadis Sosial Samosir Diperiksa Tipikor Terkait Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp 600.000 sebanyak 988 KK
• Seorang Kolonel dan 2 Prajurit AD India Tewas dalam Pertempuran Sengit dengan Pasukan China