PT KAI Divre I Resmi Beroperasi, Penumpang Kereta Wajib Bawa Hasil PCR

1.709 penumpang kereta api ditolak untuk berangkat karena tidak memenuhi sejumlah persyaratan yang diminta PT KAI

Editor: Array A Argus
Tribun Medan
PT KAI mulai terapkan new normal 

Sebelum calon penumpang masuk kereta, petugas boarding akan memverifikasi seluruh persyaratan penumpang dengan ketat.

Tujuannya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat dan menjadikan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai tujuan.

TRIBUN-MEDAN-BLOGWIKI: Dukung Medan Great Sale 2020, PT KAI Drive I SU Berikan Diskon 10% Tiket KA

Penumpang yang ditolak berangkat tersebut didominasi oleh penumpang yang tidak menyertakan surat bebas Covid-19, dimana hal tersebut diwajibkan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 No 7 Tahun 2020.

Selain itu, penumpang yang ditolak juga dikarenakan tidak menyertakan SIKM (Surat Izin Keluar-Masuk Wilayah) bagi penumpang dengan relasi dari dan menuju DKI Jakarta, surat bebas Covid-19 yang telah kedaluwarsa,

tidak memakai jaket/lengan panjang, dan memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat celsius saat akan berangkat.

"Meski sudah memiliki tiket, penumpang yang tidak memenuhi persyaratan tetap kami tolak untuk menggunakan kereta api dan uang tiket akan kami kembalikan penuh," tegas Joni.

PT KAI Divre I Sumut Bagi-bagi Masker kepada Penumpang dan Karyawan di Stasiun Kereta Api

Harus Jaga Jarak
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19, Provinsi Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah meminta PT KAI untuk memberlakukan protokol kesehatan jika mulai beroperasi.

Yang paling penting, kata Aris, PT KAI harus menerapkan pola jaga jarak.

"Pastikan terapkan physical distancing. Sediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh," katanya.

Ada 11 Perlintasan Sebidang di Sergai Tanpa Palang, Polres Segera Rapat dengan PT KAI

Sebelum penumpang naik ke atas kereta api, maka petugas harus memeriksa suhu tubuh calon penumpang.

Mereka yang suhu tubuhnya di atas normal, sebaiknya diwaspadai.

"Bagi masyarakat pengguna jasa kereta api, kami imbau untuk tetap menggunakan masker dan jaga jarak," katanya.

Sementara itu, warga yang sering menggunakan jasa kereta api menyambut baik pengoperasian kembali armada PT KAI.

"Dengan beroperasinya kembali kereta api, kami yang sering naik kereta cukup terbantu.

Hanya saja, soal PCR dan rapid test ini, kan tidak semua masyarakat yang bisa melakukannya," kata Erni Setianingisi (27) warga Medan Sunggal.

Viral Anak Punk Diturunkan dari Kereta dan Ditodong Senjata, Begini Penjelasan PT KAI

Ia mengatakan, untuk melakukan uji PCR itu harganya cukup mahal, tidak sebanding dengan harga tiket kereta.

Mengenai kebijakan ini, Erni berharap PT KAI bisa melakukan pengkajian ulang.

"Pola yang diterapkan PT KAI cukup baik sekali.

Namun kendalanya hanya itu. Karena tidak semua masyarakat kita ini mampu melakukan uji PCR secara mandiri," tutupnya.(cr22/sep/wen)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved