Ketua Bawaslu Ancam Usir Pendukung Paslon Jika Terus Bikin Ribut saat Debat Publik
Pendukung pasangan calon dianggap bikin ribut saat debat publik yang diadakan KPU Binjai
TRIBUN-MEDAN.com,BINJAI-Tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai mengikuti debat publik yang diadakan KPU Binjai.
Sayangnya, proses debat publik tidak berjalan lancar.
Sejumlah pendukung paslon bikin ribut, hingga mengganggu jalannya debat.
Baca juga: Debat Pilkada Binjai, KPU Larang Tim Paslon Bawa Atribut Kampanye
"Debat kali ini menurut penilaian Bawaslu Binjai sudah baik dan lancar.
Hanya saja ada sedikit masalah teknis terkait dengan pendukung kampanye yang bercerita dan bersuara di belakang.
Itu mengganggu jalannya debat publik," kata Ketua Bawaslu Kota Binjai Arie Nurwanto, Minggu (1/11/2020).
Menurut Arie, jika pada debat kedua nanti para pendukung paslon kembali berulah, maka Bawaslu Binjai akan memberikan sanksi tegas.
Baca juga: Hasil Pleno, Jumlah DPT Pilkada Binjai 179.560 Orang, Suara Perempuan Lebih Banyak
Maka dari itu, Arie meminta kepada masing-masing paslon mengondisikan para pendukungnya.
Jangan sampai acara debat ini terganggu dengan suara-suara sumbang dari para pendukung.
"Kedepan tim kampanye atau pendukung yang melanggar pada debat publik tahap II akan kami keluarkan dari ruangan debat," tegasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Binjai Zulfan Effendi mengatakan, pada debat publik pertama ini pihaknya memberi tema Kesejahteraan kepada Masyarakat.
Baca juga: Catut Ustaz Abdul Somad Agar Pilih Satu Paslon di Pilkada Binjai, Pelaku Minta Maaf dan Tabayyun
Kedua, nanti temanya Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat.
"Covid-19 dan narkoba juga dikaitkan dengan tema meningkatkan pelayanan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ada penekanan pendalaman dari materi visi dan misi masing-masing paslon seputar penanganan masalah protokol kesehatan serta pemberantasan narkoba di Binjai," katanya.
Dalam debat publik kali ini, hanya paslon nomor urut satu yang tidak lengkap.
Baca juga: Rekrut KPPS Pilkada Binjai, KPU Ajak Warga Jadi Bagian Penyelenggara Demokrasi
Terpantau Rahmat Sori Alam hadir tanpa didampingi calon wakilnya.
Sementara itu, paslon lainnya Lisa-Sapta dan Juliadi-Amir kompak hadir.
Dalam debat publik ini, ada lima tokoh yang menjadi panelis dan penyusun materi.
Mereka adalah Prof Suhadi, Dr Edi Iksan, Dr Arifin Saleh Siregar, Dr Zulkarnain Nasution dan Dr Bakhrul Khair Amal.
Debat Publik ini juga dikawal ketat personel Polres Binjai.
Baca juga: TERKINI PILKADA BINJAI, Ini Nomor Urut Tiga Pasangan Calon Wali Kota Binjai
Sosialisasi Berjalan
Karena Pilkada Serentak tinggal menghitung waktu, Relawan Demokrasi (Relasi) KPU Binjai semakin gencar melakukan sosialisasi.
Kali ini, Relasi KPU Binjai mengadakan sosialisasi ke pemilih disabilitas.
Menurut Relasi Basis Disabilitas Haris Affandy, kegiatan kali ini menyasar pada penyandang tuna rungu.
Baca juga: Sebagai Istri Petahana Dua Periode, Lisa Dinilai Lawan Kuat Tim Rahman di Pilkada Binjai
"Selain melakukan sosialisasi tentang pemilihan, kami juga mengajak kelompok tuna rungu bermain komunikata," kata Haris.
Agar proses sosialisasi ini berjalan maksimal, Haris turut menggandeng seorang guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa bernama Ega.
Dalam proses sosialisasi, Ega punya peran penting dalam memberikan informasi ke penyandang disabilitas.
"Permainan komunikata ini seperti berbicara dengan menggerakkan jari.
Kami dipandu Ibu Ega agar pesan tahapan pilkada dan pentingnya memakai hak pilih yang disampaikan dapat mudah diterima," jelasnya.
Baca juga: KPU Umumkan Tiga Paslon Pilkada Binjai 2020, Amir Hamzah Masih Terganjal Status ASN
Upaya pendekatan dengan permainan komunikata yang dilakukan Relasi basis gabungan juga berlangsung dengan menyerahkan satu buah bola voli.
Dan sosialisasi ditutup dengan pertandingan persahabatan voli antara Relasi dengan warga tuli.
"Mereka berharap bisa terus berinteraksi kepada pihak KPU untuk memberikan informasi tentang pemilu, dan terus berlanjut," ujar Ega.(dyk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-bawaslu-binjai-arie-nurwanto-1.jpg)