Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani Bakal Tentang Kebijakan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi
Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani bersikeras akan mengadakan sekolah tatap muka di wilayahnya meski melawan Gubernur Sumut
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani Bakal Tentang Kebijakan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani mewacanakan pembukaan sekolah tatap muka di Kabupaten Tapteng.
Dengan catatan, bila tidak ditemukan lagi kasus Covid-19 di daerahnya.
Bakhtiar mengatakan, kebijakan pembukaan sekolah tatap muka itu tetap akan dilakukan, meski dia harus menentang kebijakan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi selaku Kasatgas Covid-19 Sumut.
• Terkait Kebijakan Seragam Sekolah, SMAN 1 Medan: Kita Tidak Pernah Ada Pemaksaan
Namun, kata Bakhtiar, dirinya tidak mau gegabah.
Pihaknya akan lebih dahulu memastikan angka penularan Covid-19 yang berkembang di Kabupaten Tapteng, termasuk juga melihat kesiapan tenaga medis untuk ditempatkan di seluruh sekolah yang ada di daerah tersebut.
"Iya kalau covid di tempat kami selesai. Kalau tidak ada lagi covid, kami akan buka sekolah.
Sekarang masih ada 26 kasus. Kalau 26 orang ini sudah sembuh, setuju tidak setuju gubernur, maka sekolah saya buka," kata Bakhtiar, Kamis (4/2/2021).
Dia mengatakan, adapun alasan mengapa dirinya menginginkan sekolah dibuka kembali lantaran para siswa di Kabupaten Tapteng menjadi sulit diawasi.
Kemudian, tidak semua siswa di Kabupaten Tapteng memiliki alat komunikasi berupa android untuk bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring.
Berkaitan dengan hal ini, kata dia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga menodorong pemerintah daerah membuka sekolah, demi menghindari loss learning bagi daerah yang kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh.
• Tiga Menteri Keluarkan SKB Mengenai Seragam Sekolah, Begini Tanggapan Kemenag Sumut
"Artinya sekolah ini, justru anak- anak sekarang kurang mendapat pengawasan dari orang tua. Anak-anak makin bebas di luaran.
Toh juga tidak terkontrol. Kalau di sekolah kan bisa dikontrol. Tidak semua di Tapteng anak sekolah punya handphone.
Toh Mendikbud menyatakan itu dikembalikan ke daerah," jelasnya.
Dia mengatakan, ketika sekolah di Tapteng dibuka, pihaknya akan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bakhtiar-ahmad-sibarani_20180322_231919.jpg)