Pria Ini Minta Putus Karena Dimintai Uang Nikah Rp 1 M, tak Mau Pisah, Si Gadis Mohon-mohon di Kaki
Namun, tidak semua orang cukup beruntung untuk menikah dengan orang yang mereka cintai, karena hidup selalu mengandung banyak tantangan dan hal-hal ya
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Setelah mendengar kata-kata putus kekasihnya, gadis itu sangat patah hati dan tertekan. Dia segera berlari ke arahnya untuk memohon, sehingga membuat keributan di lorong pejalan kaki tersebut.
Di hadapan banyak orang yang lewat, gadis itu berlutut dan menangis. Dia meminta pacarnya untuk memikirkannya kembali.
“Cinta kita selama 8 tahun, bisa kau membuangnya begitu saja?” kata gadis itu.

Mendengar itu, pria tersebut juga merasakan sakit, karena dia tidak mau membuat kekasihnya marah, dia tetap bersikeras ingin putus dan menepis tangan kekasihnya itu.
Gadis itu berusaha memegang erat tangan pacarnya, menangis dan memohon kepada pacarnya.
Sementara itu, pria tersebut membantu kekasihnya untuk berjalan. Meskipun dia tidak mengatakan apa-apa, tapi air matanya mengalir di wajah.
Tidak jelas bagaimana cerita ini akan berakhir, tetapi dengan cepat menarik perhatian dan komentar beragam dari komunitas online China.
Baca juga: Hatinya Tersentuh Kebaikan Bantuan TNI, Anggota KKB Papua Sukarela Serahkan Senjata: Keluarga
Baca juga: Bak Yakin Jadi Menantu Jokowi, Kelakuan Nadya Arifta Bersama Pria Lain Bikin Geram: Malu Lihatnya
Baca juga: Hatinya Tersentuh Kebaikan Bantuan TNI, Anggota KKB Papua Sukarela Serahkan Senjata: Keluarga
“Tidak ada yang bisa disalahkan. Uang bukanlah segalanya, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan tanpa uang.”
“Baik gadis itu atau laki-laki itu tidak ada yang salah, mereka berdua sangat mencintai satu sama lain dan tahu bagaimana memikirkan satu sama lain. Soal siapa yang tanggung jawab, salahkan saja orangtua sia gadis karena terlalu rakus.”
“Mengapa orangtua gadis itu tidak memgurangi jumlah uang pernikahannya? Selama delapan tahun kebahagiaan pria itu dan wanita itu hanya berubah karena uang. Menikahkan seorang putri bukan seperti menjual barang.”
(yui/tribun-medan.com)