Breaking News:

Penggerebekan Swab Antigen Bekas di KNIA

TERNYATA Penggunaan Rapid Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Sejak Desember, Ini Penjelasan Kapolda

Kasus penggunaan rapid tes antigen bekas yang dilakukan petugas medis di Bandara Kualanamu, berhasil diungkap petugas Polda Sumut.

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kapolda Sumut Irjen pol Panca Putra Simanjuntak pimpin pengungkapan kasus alat rapid antigen bekas di Bandara Kualanamu, Kamis (29/4/2021) di Mapolda Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus penggunaan rapid tes antigen bekas yang dilakukan petugas medis di Bandara Kualanamu, berhasil diungkap petugas Polda Sumut.

Dari hasil penyelidikan, lima orang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus daur ulang alat rapid tes antigen ini.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan dari hasil penyelidikan para pelaku ternyata sudah menjalankan aksinya sejak Desember 2020 lalu.

"Setelah petugas kami melakukan penyelidikan, berhasil diamankan lima orang. Kasus daur ulang alat rapid antigen ini dilakukan sejak bulan Desember 2020 lalu," kata Irjen Panca dalam pengungkapan kasus di Mapolda Sumut, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: 5 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Tes Antigen Daur Ulang, Keuntungan Pelaku Capai Rp 1,8 Miliar

Lanjut Kapolda Sumut, dalam kasus ini pihaknya juga mengamankan Bisnis Manager kantor Kimia Farma Kota Medan berinisial PC.

"Bisnis Manager yang diamankan berinisial PC. Kami juga amankan empat orang lainnya yang berperan membantu PC yakni DP, SP, MR dan RN. Keempatnya dikoordinir oleh PC," ungkapnya.

Tidak hanya mengamankan para pelaku, petugas berhasil mengungkap proses daur ulang yang dilakukan di kantor Kimia Farma di Jalan Kartini.

"Dari pemeriksaan yang dilakukan diketahui bahwa kegiatan daur ulang dilakukan di kantor Kimia Farma di Jalan Kartini. Dari hasil penyelidikan ini menetapkan lima orang tersangka di bidang kesehatan," ucapnya.

Baca juga: Pelayanan Rapid Antigen di Kualanamu Ditutup Sementara, Dialihkan Pada Area Drive Thru

Dalam pengungkapan ini, petugas turut amankan barang bukti berupa uang, stuck yang sudah didaur ulang, alkohol yang digunakan untuk cuci stik.

Kapolda Sumut menjelaskan alat rapid antigen tersebut seharusnya dipatahkan usai digunakan.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved