Breaking News:

Penggerebekan Swab Antigen Bekas di KNIA

PENAMPAKAN Pembangunan Rumah Mewah Tersangka Antigen Bekas, Dikenal Banyak Duit di Kampungnya

Para tersangka tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, rupanya sedang membangun istana mewah di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Editor: Abdi Tumanggor
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Foto pembangunan rumah baru Business Manager Laboratorium Kimia Farma untuk wilayah Medan, Picandi (PM) Mosko di Jl Merbau Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Jumat (30/4/2021). Kini pembangunannya dihentikan karena PCM ditangkap Polda Sumut. (Tribunsumsel.com/Eko Hepronis) 

TERUNGKAP, ternyata keempat tersangka yakni Picandi, Marzuki, Devi Jaya dan Sepi semuanya masih ada hubungan kekeluargaan dari Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Hubungan Picandi dengan Marzuki saudara Ipar, hubungan Picandi dengan Devi Jaya kerabat dekat, hubungan Picandi dengan Sepi adalah keponakan.  Bahkan, sebelum bekerja di Medan, Marzuki berprofesi sebagai sopir angkot, dan kemudian sejak enam bulan lalu diajak Picandi bekerja ke Medan.

TRIBUN-MEDAN.COM -- Tersangka tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, rupanya sedang membangun istana mewah di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Dengan keuntungan puluhan juta dari bisnis antigen bekas ini, wajar bila memang ia memiliki kekayaan melimpah.

Business Manager Laboratorium Kimia Farma, Picandi Mosko alias PM (45) ditetapkan sebagai tersangka kasus layanan antigen bekas di Bandara Kualanamu, Medan.

Picandi Mosko ditetapkan tersangka bersama empat pegawai Kimia Farma, SP, DP, BM dan RN.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menerangkan dari rapid antigen bekas ini pelaku meraup keuntungan hingga Rp 30 juta per harinya.

"Menggunakan stik swab bekas dan didaur ulang mendapatkan keuntungan. Tadi kan masih hitung ni, kita hitung dari Desember, perkiraan Rp 1,8 (M) sudah masuk yang bersangkutan. Tapi kita dalami. Yang jelas ini barang buktinya ada Rp 149 juta dari tangan tersangka," katanya.

Panca menjelaskan, dalam satu hari diperkirakan ada sekitar 100 - 200 penumpang yang ikut tes swab. Jika dihitung 100 saja dalam waktu 3 bulan, maka ada 9.000 penumpang.

Mereka sudah menjalankan bisnis antigen bekas ini sejak Desember 2020.

Baca juga: PANTASAN Pasien Covid-19 di Sumut Terus Bertambah, Ternyata Salah Satu Penyebarnya Ada di Bandara

Baca juga: TERBONGKAR Kecurangan Rapid Test Antigen di Bandara Kualanamu, Polda Sumut Lakukan Penggerebekan

Layanan rapid test di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, digerebek polisi pada Selasa (27/4/2021). Penggerebekan terkait adanya dugaan pemalsuan proses rapid test antigen.
Layanan rapid test di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, digerebek polisi pada Selasa (27/4/2021). Penggerebekan terkait adanya dugaan pemalsuan proses rapid test antigen. (Hand Out)

"Setelah petugas kami melakukan penyelidikan, berhasil diamankan lima orang. Kasus daur ulang alat rapid antigen ini dilakukan sejak bulan Desember 2020 lalu," kata Irjen Panca dalam pengungkapan kasus di Mapolda Sumut, Kamis (29/4/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved