Breaking News:

Akhirnya Terungkap Perusahaan Luar Membiayai Junta Militer Myanmar, Pantas Saja Rakyatnya Digebuki

Junta Militer Myanmar mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 1 Februari 2021 yang diikuti dengan tindakan brutal terhadap para demonstran.

Editor: Abdi Tumanggor
The Irrawaddy
Jenderal Senior Min Aung Hlaing (tengah) dan wakilnya Jenderal Soe Win (di belakang Min Aung Hlaing) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Perlahan-lahan mulai terungkap kenapa hingga saat ini, kudeta militer Myanmar belum juga berakhir.

Sebelumnya, Junta Militer Myanmar mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 1 Februari 2021 yang diikuti dengan tindakan brutal terhadap para demonstran.

Kudeta yang dilakukan junta Militer Myanmar bukan pertama kali ini saja , tapi sudah tiga kali.

Sebelumnya yaitu; pada 2 Maret 1962, dan pada 18 September 1988.

Sejak kudeta militer pada 1 Februari 2021 tersebut, telah banyak pula pendemo yang tewas karena kekerasan yang digunakan aparat keamanan Myanmar untuk meredam unjuk rasa menentang kudeta.

Dunia mengecam aksi kudeta tersebut, namun hingga kini junta militer tak mau mengakhiri kudeta.

Rupanya, hal ini tak lepas dari dukungan pihak-pihak dari luar yang bekerjasama dengan junta militer.

Baca juga: Penentang Junta Militer Myanmar Terus Berlanjut, Warga Kuasai Pos Militer di Perbatasan Thailand

Baca juga: KTT ASEAN Tak Berkutik, Myanmar Masih Mencekam, Junta Militer Lakukan Serangan Udara, Warga Tewas

Dikutip dari Intisari, surat kabar asal Perancis Le Monde mewartakan, perusahaan energi Total membayar junta militer Myanmar dari hasil pendapatannya di ladang gas Myanmar.

Artikel tersebut diterbitkan Le Monde dengan judul, Myanmar: How Total finances the generals through offshore accounts. 

Kira-kira, judul artikel tersebut diterjemahkan menjadi, Myanmar: Bagaimana Total mendanai para jenderal melalui rekening luar negeri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved