Breaking News:

Tukang Palak di Parluasan akan Dilepas Jika Tidak Ada Laporan 1x24

Polsek Siantar Utara meringkus satu dari dua pelaku pemalakan terhadap seorang pemuda yang sedang menunggu angkutan umum di Parluasan.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Wandy Napitupulu, satu di antara dua pelaku pemalakan di Parluasan, Kota Pematangsiantar yang viral di Facebook, diperiksa di Kantor Polsek Siantar Utara, Selasa (18/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Polsek Siantar Utara meringkus satu dari dua pelaku pemalakan terhadap seorang pemuda yang sedang menunggu angkutan umum di Parluasan, Kota Pematangsiantar, pada Minggu (16/5/2021) siang. 

"Perihal penanganan video yang beredar di media sosial, kita langsung merespons untuk menanggapinya. Karena video itu ada di wilayah hukum Polsek Siantar Utara, kita langsung bekerja dan benar berada di Siantar Utara," kata Kapolsek Siantar Utara AKP Manaek Ritonga, Selasa (18/5/2021).

Ritonga mengatakan, pihaknya menangkap satu dari dua orang pelaku pemalakan dalam video itu, yaitu Wandy Napitupulu. Laki-laki usia 34 tahun ini tinggal di Jalan Sekka Nauli, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara.

Dalam aksinya, kedua pelaku yang bekerja sebagai agen liar di eks Terminal Sukadame sedang mencari calon penumpang. Kemudian melihat korban sedang berdiri di pinggir jalan. 

Dua orang pria tertangkap kamera saat melakukan aksi pemalakan di kawasan Parluasan, Kota Siantar.(HO)
Dua orang pria tertangkap kamera saat melakukan aksi pemalakan di kawasan Parluasan, Kota Siantar.(HO) (HO)

Baca juga: Siantar Makin Ngeri, Dua Preman Beraksi Terang-terangan Rampas Uang Warga

Kedua pelaku menghampiri korban dan mengajak korban ke samping Loket Bus Intra dengan alasan untuk dinaikkan ke dalam taksi gelap saja. Selanjutnya, terjadilah pemalakkan terhadap korban yang masih belum diketahui identitasnya itu.

"Menurut keterangan Wandy Napitupulu, dia bersama satu orang bermarga Tobing (belum tertangkap). Menurut keterangannya, dia melakukan baru pertama kali," ujar Ritonga dalam wawancara yang berlangsung di Polsek Siantar Utara, Selasa (18/5/2021).

Meski video sudah viral, Kapolsek menunggu laporan korban lantaran menurutnya perkara ini merupakan delik aduan. Polisi menunggu hingga 1x24 jam untuk memutuskan langkah selanjutnya.

"Namun tetap kita lakukan pembinaan. Karena sampai saat ini, kita menunggu daripada korban yang keberatan atas perlakukan Wandy Napitupulu ini," kata Ritonga.

"Ya, kita menindaklanjuti yang ada. Namun karena 1 x 24 jam, maka kita bina Si Wandy ini dengan surat pernyataan, bersama keluarga dan pemerintah setempat. Ini delik aduan harus ada yang melaporkan," tambahnya. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved