Breaking News

Kedai Tok Awang

Makin Dekat ke Jalan Pulang

SATU cita-cita besar Inggris yang sampai sekarang belum kesampaian adalah memulangkan sepak bola ke “tanah airnya”.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Randy P.F Hutagaol
AFP PHOTO/Justin TALLIS/ROBERT GHEMENT
FOTO kombo pemain Tim Nasional Inggris Harry Kane (kiri) dan pemain Tim Nasional Ukraina Andriy Yarmolenko. Ukraina dan Ingris akan berhadapan di babak Perempat Final Euro 2020 di Stadion Olimpico, Roma, Italia, Minggu (4/7/2021) dinihari WIB. (AFP PHOTO/Justin TALLIS/ROBERT GHEMENT) 

Pada 20 Februari 1992, Premier League lahir, diikuti kompetisi-kompetisi di bawahnya, dan sejak itu, perlahan tapi pasti, wajah sepak bola Inggris tak lagi identik dengan keberingasan dan kebrutalan dan kecentangprenanangan.

Berganti wajah yang cemerlang, dan elite.

“Kalok ingat-ingat cemana kompetisi bola di Inggris dulu, rasa-rasanya enggak terbayang orang itu bisa jadi lebih paten dari Serie A dan La Liga. Sama Jerman pun dulu kalah jauh,” ucap Ane Selwa.

Lek Tuman tertawa.

“Betul kali itu, Ne. Masalahnya, Inggris ini, kan, cumak kompetisinya aja yang paten. Klub-klubnya paten. Kaya-kaya. Kalok tak silap, ada lima klub Inggris yang masuk daftar klub paling kaya di dunia. Juara Liga Champions jangan tanya. Pernah sampek sama-sama orang itu yang main di final. Juara Liga Europa juga sering. Tapi tim nasionalnya enggak. Lebih banyak kalahnya dari menangnya. Kayak dibilang Mak Idam tadi. Udah setengah abad lebih enggak pernah juara. Udah lebih-lebih PSMS kutengok.”

Tidak ada yang menyambut kalimat Lek Tuman soal PSMS.

Bukan semata lantaran apa yang diucapkannya memang betul [PSMS baru 36 tahun tidak juara], bukan juga karena Sudung datang dan sekonyong-konyong bilang ada isu berkembang Jerinx SID mau duel di Octagon lawan Iko Uwais gara-gara adu bacot dengan warganet di akun Instagram Stevi Item, tapi disebabkan revisi pernyataan Mak Idam bahwa kemungkinan Gareth Southgate lebih pintar dari kelihatannya.

FOTO kombo Pelatih Tim Nasional Inggris Gareth Southgate (kiri) dan Pelatih Tim Nasional Ukraina Andrey Shevchenko. (AFP PHOTO/LEE SMITH/Frank AUGSTEIN)
FOTO kombo Pelatih Tim Nasional Inggris Gareth Southgate (kiri) dan Pelatih Tim Nasional Ukraina Andrey Shevchenko. (AFP PHOTO/LEE SMITH/Frank AUGSTEIN) (AFP PHOTO/LEE SMITH/Frank AUGSTEIN)

“Kayak Rowan Atkinson. Tahu kelen siapa dia, kan. Mister Bean. Johnny English. Kelihatan dongok, kan, padahal sebenarnya pintar. Sarjana teknik elektro dia itu,” katanya.

Lek Tuman tertawa lagi.

Kali ini lebih keras.

Sudung, Jek Buntal, Ane Selwa, juga ikut tertawa.

Pun Tok Awang yang sedang membantu Ocik Nensi memasak mi instan pesanan sejumlah anak muda yang sejak tadi riuh membicarakan formasi CPNS.

“Yang kelewatan, lah, Mamak,” kata Lek Tuman di sela tawa.

“Masak Southgate mamak samakan dengan Mister Bean. Macam dongok kali, lah, dia mamak bikin.”

“Mantap strateginya itu, Mak,” sambung Jek Buntal pula.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved