Breaking News:

Strategi Komunikasi untuk Membendung Penularan Covid-19 di Masyarakat

Strategi komunikasi yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah membangun kewaspadaan setiap anggota masyarakat tentang bahaya Covid-19

Editor: iin sholihin
ISTIMEWA
Dr Jannus TH Siahaan 

Asumsinya adalah bahwa kerugian dan keuntungan dinilai secara berbeda, dengan demikian individu dapat membuat keputusan berdasarkan keuntungan yang dirasakan ketimbang  kerugian yang akan dialami.

Dalam konteks pandemik, strategi komunikasi yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah membangun kewaspadaan setiap anggota masyarakat tentang bahaya Covid-19 yang mengancam hilangnya nyawa siapapun tanpa memandang usia dan latarbelakang lainnya.

Dengan kata lain, gaya komunikasi yang perlu dibangun ialah komunikasi darurat kelas satu dimana massif disebarluaskan bahwa Indonesia sedang berada dalam bahaya wabah yang mematikan.

Pemerintah dituntut untuk mampu meyakinkan publik bahwa mencegah bahaya kesehatan dari Covid-19 jauh lebih penting ketimbang urusan ekonomi.

Jadi pesan yang perlu disebarkan ialah pesan-pesan dalam konteks framing of risk, yakni pesan-pesan yang lebih menitikberatkan pada risiko yang akan ditimbulkan oleh Covid-19 dan risiko dari kegiatan yang mempercepat penularan Covid-19.

Contoh analogis yang paling mudahnya dipahami adalah peraturan pelarangan merokok yang dikomunikasikan dengan gambar penderita kanker paru-paru pada setiap kemasan rokok.

Dalam tataran teknis, tentu pengemasan pesan perlu dilakukan secara variatif, stratejik, kreatif, dan menyasar seluruh target lapisan masyarakat agar secara inklusif masyarakat faham akan bahaya Covid-19.

Karena gagalnya penyampaian pesan tersebut, pemerintah juga gagal memaksimalisasi penerapan kebijakan PPKM level 4. Masyarakat masih beranggapan bahwa bahaya dari penyebaran Covid 19 tidak lebih penting ketimbang bahaya jika tidak keluar rumah untuk beraktifitas demi sesuap nasi.  Persoalan kurang maksimalnya penyampaian pesan ini terkesan sangat sederhana,  tapi justru sebenarnya perannya sangat krusial dan stratejik dalam ikhtiar mengubah perilaku publik terhadap Covid 19. Dengan kata lain, jika pesan tak sampai kepada publik,  maka pesan tidak akan diinternalisasi dengan baik dan akan gagal digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan opsi perilaku. 

Melihat kondisi krisis kesehatan yang semakin parah dan berbahaya akibat pertambahan angka kasus yang semakin agresif, ditambah dengan semakin banyaknya negara yang melarang warga negaranya untuk berkunjung ke Indonesia, selain menutup pintu izin masuk bagi WNI, maka saat ini sudah seharusnya pemerintah menyebarkan informasi dengan pesan yang  dan melalui semua lini dan saluran penyebaran informasi yang ada. 

Pesan Kominfo RI sebagai institusi pemegang otoritas penuh dalam urusan informasi publik dalam memberikan informasi yang gamblang, jelas, dan tentunya dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali harus dimaksimalkan lagi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved