Breaking News:

Perusahaan India Bakal Kelola Bandara Kualanamu Untuk 25 Tahun Kedepan

Perusahaan India memenangkan tender untuk mengelola Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) dalam jangka waktu 25 tahun kedepan

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Penumpang check in di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (5/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM-DELISERDANG- Perusahaan GMR Airport International selaku Global Airport Operator yang berbasis di New Delhi, India memenangkan tender Strategic Partnership Kualanamu International Airport dengan masa pengelolaan 25 tahun. 

Awarding Ceremony Strategic Partnership Kualanamu International Airport dilaksanakan pada tanggal 23 November 2021 bertempat Kementerian BUMN Ballroom Lantai 21 (dua satu) Jalan Merdeka Selatan No 13 – Jakarta Pusat, dihadiri langsung oleh Wamen BUMN II Kartika Wiroatmodjo, Direktur PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), para Direktur PT Angkasa Pura II (Persero), Para Dewan Komisaris PT Angkasa Pura II (Persero), President Director of GMR Indonesia selaku pemenang seleksi tender strategic Partnership Kualanamu International Airport dan Direktur PT Angkasa Pura Aviasi.

Melalui skema kemitraan strategis (Strategic Partnership) PT Angkasa Pura II (Persero) dan Perusahaan, GMR Airport International akan tergabung di dalam Joint Venture Company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi dengan kepemilikan saham 51 % AP II dan GMR 49 %.

Baca juga: Angkasa Pura II Dapat Potongan Rp 3,8 Miliar untuk PBB Bandara Kualanamu

Kedepan, pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu akan diserahkan kepada PT Angkasa Pura Aviasi.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menyebut kemitraan Strategis Bandara Internasional Kualanamu dijalankan dengan skema kemitraan dengan jangka waktu pengelolaan dan pengembangan bandara tersebut selama 25 tahun dengan nilai kerjasama sekitar US$6 miliar, termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya senilai Rp15 triliun. 

"Tujuan utama dari kemitraan strategis ini adalah kita menyebutnya dengan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise Sharing dan Equity Partnership," kata Muhammad Awaluddin, Selasa (23/11/2021).

Ia mengatakan, pihaknya punya mimpi kedepan untuk mentransform Bandara International Kualanamu Airport menjadi regional hub dengan peningkatan aktifitas penerbangan internasional.

Baca juga: Bandara Kualanamu Segera Terima Penerbangan Luar Negeri, Dinkes Siapkan 8 Fasilitas Isoter

Ditambahkannya juga, dalam menjalankan program Strategic Partnership ini sangat menguntungkan, karena mitra strategis akan mendukung adanya penambahan aset di Bandara Internasional Kualanamu dengan pengembangan bandara menjadi kapasitas 17 juta penumpang pada tahap 1, kapasitas 30 juta penumpang tahap 2 serta kapasitas 42 juta penumpang tahap 3.

"Dan nantinya semua asset baru hasil pengembangan setelah 25 tahun akan diserahkan ke PT Angkasa Pura II (Persero)," kata Muhammad Awaluddin.

Disebut Awaluddin, bandara KNIA memiliki posisi sangat strategis sehingga sangat memungkinkan untuk menjadi hub di Asia tenggara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved