Breaking News:

Oknum Polisi Terlibat Narkoba

Diduga Jadi Bandar Sabu, Oknum Polisi Polres Langkat Divonis Sangat Ringan Oleh Hakim PN Binjai

Oknum polisi yang diduga menjadi bandar sabu dan bertugas di Polres Langkat, Syahfii Harahap divonis sangat ringan oleh hakim PN Binjai

Editor: Array A Argus
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi polisi. (SHUTTERSTOCK) 

TRIBUN-MEDAN.COM,BINJAI - Syahfii Harahap, oknum polisi yang bertugas di Polres Langkat divonis sangat ringan oleh hakim PN Binjai.

Dalam amar putusannya, hakim PN Binjai cuma menjatuhi hukuman 12 bulan penjara.

Padahal, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Binjai sempat meminta hakim menjatuhi Syahfii Harahap hukuman delapan tahun penjara. 

Menurut JPU, Syahfii Harahap terbukti terlibat dalam peredaran narkotika sebagaimana Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009.

Baca juga: OKNUM Polisi Siantar Dilaporkan ke Polisi karena Tak Bayar utang, Janji Lunasi saat Jadi Kapolsek

Humas PN Binjai, Wira Indra Bangsa mengatakan, vonis yang dijatuhkan hakim sudah sesuai fakta persidangan.

Dalam persidangan, sabu yang ditemukan polisi itu tidak berada di tangan Syahfii Harahap, melainkan di tangan Ramli.

"SH dan RM ini beda berkas. Hanya RM yang bilang narkotika jenis sabu ini milik oknum polisi tersebut. Bagaimana mau dibuktikan barang bukti itu milik SH, sementara saat penangkapan, sabu tersebut dipegang oleh RM," dalih Wira, Senin (25/7/2022).

Terpisah, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Binjai, Fatah Chotib mengatakan pihaknya sudah mengajukan banding atas putusan hakim tersebut. 

"Sikap kami banding, karena dari pasal dan hukuman berbeda jauh," ujar Fatah.

Baca juga: Dibantu Oknum Polisi Pecandu Sabu Siksa Tahanan Sampai Mati, Hisarma Divonis Cuma 8 Tahun

Dalam sidang sebelumnya, JPU Meirita Pakpahan sempat meminta hakim agar menjatuhi Syahfii Harahap dengan hukuman delapan tahun penjara.

Tidak hanya hukuman kurungan badan, JPU juga meminta agar oknum polisi terduga bandar narkoba itu dibebani denda Rp 1 miliar, subsidair enam bulan kurungan.

Namun, dalam sidang putusan pada pertengahan Juni 2022 lalu, hakim Ledis Meriana Bakara malah menjatuhi Syahfii Harahap hukuman 12 bulan penjara atau satu tahun. 

Dalam dakwaan yang disusun JPU, kasus ini bermula pada Senin, 14 Februari 2022.

Kala itu, petugas kepolisian dari Polres Binjai mendapat laporan tentang adanya lokasi transaksi narkoba di Jalan Kuini, Lingkungan V, Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai.

Baca juga: 3 Oknum Polisi Polrestabes Medan yang Curi Uang Penggeledahan Narkotika Diperberat Hukumannya

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved