Sidang Kerangkeng Manusia

BEGINI BIADABNYA Anak Buah Bupati Langkat Nonaktif, Siksa Tahanan Sampai Mati Lebam-lebam

Anak buah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin ternyata sudah beberapa kali siksa tahanan sampai mati di kerangkeng manusia

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Sidang lanjutan kasus penyiksaan kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin 

TRIBUN-MEDAN.COM,LANGKAT- Hermanto Sitepu dan Iskandar Sembiring, anak buah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin ternyata sudah beberapa kali siksa tahanan sampai mati di kerangkeng manusia.

Dalam persidangan terungkap, bahwa bukan Sarianto Ginting saja yang disiksa sampai mati oleh anak buah Terbit Rencana Peranginangin, tapi juga tahanan lain bernama Abdul Sidik Isnur alias Bedul.

"Berdasarkan keterangan saksi, korban Bedul dipukul oleh terdakwa Hermanto dan Iskandar hingga kepalanya terantuk tiang kerangkeng. Dan tindakan ini pertama kali dilakukan oleh terdakwa pada hari pertama Bedul masuk kerangkeng, dan belanjut seperti diselang, sikap taubat, manjat seperti monyet, hingga hari keenam sebelum Bedul meninggal dunia," kata Kanit Subdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, Kompol Heri Sofyan (55), Rabu (31/8/2022).

Baca juga: Ketua Sapma Pemuda Pancasila Langkat yang Siksa Tahanan Sampai Mati Terancam 27 Tahun Penjara

Menurut Heri, fakta penyiksaan itu ia dapati dari penghuni kerangkeng bernama Heru.

Heru dengan gamblang menceritakan bagaimana Bedul disiksa ketika masuk ke dalam kerangkeng manusia tahun 2019 silam.

"Kita wawancara keluarga Bedul, dan menemukan adanya kuburan. Kemudian melakukan ekshumasi dan hasilnya ada kekerasan yang dialami Bedul pada bagian kepala," ujar Heri. 

Ia menerangkan, bahwa pihak keluarga mengaku sempat tidak boleh membuka peti jenazah oleh keluarga dan anak buah Terbit Rencana Peranginangin. 

Baca juga: Oknum Anggota Kodim 0201/Medan Disebut Siksa Tahanan, Jendral TNI Andika Pastikan Tidak Ada Ampun

"Tewasnya Bedul ini pada tahun 2019. Pada saat jenazah sampai di rumah duka, peti jenazah gak boleh dibuka, namun keluarga memaksa. Dan ada ditemukan luka lebam di wajah Bedul," ujar Heri. 

Kemudian, Heri menuturkan jika korban Abdul Sidik alias Bedul sebelum masuk ke dalam kerangkeng milik Bupati Langkat nonaktif, korban terlebih dahulu diamankan di Polsek Padang Tualang, karena kedapatan mencuri plastik di Sawit Sebrang. 

Bahkan informasi yang diperoleh, sebelum diamankan ke polsek, Bedul sempat dihakimi warga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved