Bonceng Istri Hamil 6 Bulan Pratu TNI Dikeroyok Lima Preman, Satu Orang Tewas
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menjelaskan Leting Pratu RW
TRIBUN-MEDAN.com - Aksi premanisme memakan korban nyawa.
Oknum TNI terlibat baku pukul dengan lima orang terduga preman.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menjelaskan Leting Pratu RW anggota TNI Yonif MR 411/6/2 Kostrad Salatiga datang ke lokasi pengeroyokan.
Baca juga: Deolipa Yumara Santai Dirinya Dilaporkan yang Dianggap Menyebarkan Berita Bohong
Brigjen Tatang mengatakan saat kejadian Pratu RW sedang membonceng istrinya, D yang sedang dalam kondisi hamil 6 bulan.
Saat terjadi pengeroyokan, istri Pratu RW Panik dan melaporkan kejadian ke Whatsapp (WA) grup Leting.
Rekan Pratu RW pun menangkap lima pelaku pengeroyokan.
Baca juga: Petugas Damkar Beberkan Kendala Saat Padamkan Api yang Melahap Pabrik Plastik di Sunggal
Sebelumnya dikabarkan, AWP (32), warga Temanggung meninggal sesuai melakukan pengeroyokan terhadap anggota TNI di Salatiga, Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 13.40.
AWP bersama empat temannya diduga melakukan pengeroyokan terhadap Pratu RW anggota Yonif MR 411/6/2 Kostrad Salatiga.
Kasus pengeroyokan anggota TNI ini ditangani Denpom IV/3 Salatiga berkoordinasi dengan Polres Salatiga.
Baca juga: Jadi Ingatan Lagi Masuk Rumah Ferdy Sambo, Bharada E Nyesek Ingat Brigadir J, Dulu Tiap Hari Ketemu
"Kejadian ini sedang ditangani oleh Denpom IV/3 Salatiga yang berkoordinasi dengan pihak Polres Salatiga untuk proses lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam siaran pers, Jumat (2/9/2022).
Baca juga: Tanggapan Keluarga Brigadir J Soal Isu Pelecehan: Kalau Omongan Bisa Aja Ini Itu, Bukti Paling Utama
Anggota TNI yang dikeroyok di Salatiga yakni Pratu RW anggota Yonif MR 411/6/2 Kostrad Salatiga.
Pratu RW mengalami luka-luka dan bengkak pada bagian wajah serta harus dirawat di RST Dr. Asmir Salatiga, setelah dikeroyok oleh lima pemuda diduga preman dan dalam pengaruh minuman keras di Pasar Blauran Kota Salatiga, Jawa Tengah.
Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangannya di Jakarta, Jumat,(2/9/2022) membenarkan terjadinya pengeroyokan terhadap Pratu RW oleh lima pemuda yang diduga preman tersebut.
Baca juga: Ahmad Taufan Sindir Ferdy Sambo Sebagai Jenderal Polisi, Menyelesaikan Masalah dengan Kekerasan
Kadispenad menyampaikan bahwa kejadian tersebut berawal saat Pratu RW yang membonceng istrinya, D yang sedang hamil 6 bulan menuju Pasar Blauran.
Di perjalanan keduanya diserempet kendaraan Pickup Suzuki Carry yang dikendarai sdr. Argo Wahyu Pamungkas (AWP) beserta 4 orang temannya.
