Update Gempa Bumi Taput

SALIB KASIH Ditutup Setelah Gempa Bumi, Akses Putus Hingga Kabar Mengeringnya Air Panas Sipoholon

Gempa bumi di Kabupaten Tapanuli Utara merusak ratusan rumah dan fasilitas umum. Ada yang meninggal dunia

Editor: Array A Argus
Tribun Medan/Maurits Pardosi
Sejumlah bangunan dan rumah warga ambruk di Desa Hutauruk Parjulu, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, akibat gempa bumi 6,0 SR yang terjadi Sabtu (1/10/2022).  

Kerusakan lainnya adalah 12 unit tembok penahan tanah (TPT), 3 unit tiang PLN, 2 unit LPJU, dan 9 unit fasilitas air bersih.

"Ada satu orang korban meninggal dunia dan sebanyak 24 orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi ini," terangnya.

Kerusakan yang timbul akibat gempa bumi itu, kata Indra, tersebar di 15 kecamatan se Kabupaten Tapanuli Utara.

Baca juga: Gempa Bumi di Taput, Bupati Sebut Ada Korban Meninggal dan Luka-luka, Ini Identitas Para Korban

Baca juga: BPBD Dairi Pastikan Tidak Ada Bangunan Rusak setelah Gempa Bumi

Isu air panas Sipoholon mengering

Setelah gempa bumi berkekuatan 6.0 skala richter melanda Kabupaten Tapanuli Utara, sumber air panas Sipoholon di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara sempat diisukan mengering.

Info ini kemudian viral di media sosial. 

Namun, pengelola wisata air panas Sipoholon sekaligus warga sekitar membantah kabar tersebut.

Menurut Herbet Silaban (61), air panas Sipoholon bukan mengering, melainkan pindah aliran. 

"Bukan mengering, tap beralih arah aliran. Ternyata air tersebut tidak jalan pada jalur yang sebelumnya," ujar Herbet Silaban.

Ia mengatakan, sumber air panas Sipoholon sebenarnya bukan hanya satu saja.

Ada beberapa titik sumber air panas Sipoholon

"Sumber airnya bukan cuma satu, ada beberapa bagian itu. Makanya ada yang tidak mengalir karena memang beralih arah, tapi ada juga yang terus mengalir," katanya.

Setelah gempa bumi, pihaknya kemudian membuat tanggul darurat, agar air panas tersebut tak merembes ke tempat lain. Peralihan arah air panas tersebut terjadi sejak pukul 03.00 WIB hingga 17.00 WIB. 

"Maka kita sudah buat tanggul darurat. Kita isi karung dengan tanah, lalu kita tumpuk membentuk tanggul agar air bisa terkumpul dan mengalir kembali," ujarnya. 

"Tadi sempat beralih arah sejak gempa hingga pukul 17.00 WIB," sambungnya. 

Saat ini, air panas di Sipoholon sudah kembali normal, dan para pengunjung sudah bisa menikmatinya. 

"Kini sudah pulih, jadi enggak usah ragu lagi," sambungnya.

Dari amatan Tribun-medan.com, sejumlah warga bahu membahu memperbaiki lokasi wisata air panas Sipoholon ini.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved