Korban Dugaan Malapraktik

Korban Dugaan Malapraktik RS Murni Teguh Mau Berdamai, Tapi Minta Kompensasi

Polda Sumut memastikan bahwa korban dugaan malapraktik RS Murni Teguh akan berdamai, tapi minta kompensasi

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Bastiana Ginting (38), wanita dugaan korban Malpraktik Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Medan saat mendatangi Gedung Ditreskrimsus Polda Sumut, Selasa (4/10/2022). 

Sejauh ini pihaknya mengaku kooperatif mulai dari pemeriksaan IDI, polisi hingga Dinas Kesehatan.

"Tidak ada dugaan malapraktik yang disebut, itulah yang terjadi. Menopause dini, itulah efek dari penyakit yang diderita dia, bukan kita yang membuat," ucapnya.

Baca juga: Pasien RS Murni Teguh yang Gagal Bunuh Diri Terpapar Covid-19 dan Tumor Otak

Sementara itu, menurut cerita Bastiana Ginting, sejak menjalani operasi September 2022 lalu, dirinya tak lagi menstruasi.

Bastiana menyebut dokter yang menanganinya melakukan malapraktik yang merugikan dirinya.

Adapun malapraktik yang ia sebut ialah hilangnya dua indung telur yang ada di rahimn Bastiana.

Sehingga, ia tak lagi menstruasi dan terancam tak bisa memiliki keturunan.

Baca juga: RSUD Amri Tambunan Bantah Disebut Malapraktik Meninggalnya Happy Damanik, Merasa Sudah Berjuang

"Sampai saat ini saya tidak menstruasi karena mendapat keterangan dari 3 rumah sakit mengatakan saya tidak lagi menstruasi karena 2 organ tubuh saya kiri dan kanan tidak ada lagi," ucapnya, Selasa (4/10/2022).

Diketahui, miom ialah benjolan yang tumbuh di dinding rahim bagian dalam atau luar.

Saat proses operasi inilah, ia menuding dokter yang menanganinya melakukan malapraktik karena dua sel telurnya ikut diangkat.

Padahal, ia menyebut pihaknya dan rumah sakit sepakat kalau yang dilakukan ialah operasi mium.

Baca juga: Happy Damanik Diduga Jadi Korban Malapraktik, RSUD Amri Tambunan Tutupi Hasil Pemeriksaan

"Disitu saya melakukan operasi dengan kesepakatan dengan dokter untuk pembersihan mium pada saat itu karena di dalam surat dari rumah sakit sudah jelas dikatakan bahwa disitu adalah tindakan operasi mium," ucapnya.

Terkait hal ini, Bastiana mengaku sudah melaporkan RS Murni Teguh ke Polda Sumut

Namun hingga sekarang, kasusnya belum menemukan titik terang.

Meski demikian, ia mengaku hasil mediasi tak juga menemukan titik terang.

Saat ini ia masih menunggu keputusan dari kepolisian apakah kasus ini akan dihentikan atau dilanjutkan.

"Tindakan selanjutnya bahwa 1 minggu ini akan dilakukan pemberitahuan apakah dilanjutkan atau dihentikan penyelidikan," ucapnya.(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved