Berita Nasional

HADIRI Acara Temu Suku Dayak, Jokowi Singgung Pilpres Lagi, Ingatkan Tentang Politik 'Adu Domba'

Presiden Jokowi kembali menyinggung soal Pilpres 2024. Presiden Jokowi berpesan kepada masyarakat agar nanti di tahun politik Pilpres 2024

HO
Jokowi saat membuka temu Suku Dayak Bahaupm Bide Bahana TBBR di Pontianak pagi ini, Selasa (29/11/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Jokowi kembali menyinggung soal Pilpres 2024. Presiden Jokowi berpesan kepada masyarakat agar nanti di tahun politik Pilpres 2024 jangan sampai ada benturan dan adu domba.

Karena, lanjut Jokowi, perbedaan adalah kekuatan Indonesia. 

"Saya titip. Sebentar lagi kita masuk tahun politik. Karena bulan Februari 2024 sebentar lagi, Ini bakalan ada pilihan legislatif dan pilihan presiden dan wakil presiden," kata Jokowi saat membuka temu Suku Dayak Bahaupm Bide Bahana TBBR di Pontianak pagi ini, Selasa (29/11/2022). 

Dalam kesempatan itu, Jokowi bahkan tiga kali bilang 'saya titip' ketika bicara soal Pilpres 2024 dan ingatkan soal potensi gesekan di masyarakat.  

"Saya titip kita semua jaga stabilitas politik. Jangan sampai ada yang gesekan. Hindari! jangan benturan, hindari. Jangan sampai adu domba," kata Presiden. 

"Hati-hati, kita ini beragam suku. Banyak sekali," ujarnya. 

Jokowi lantas mengingatkan agar negeri ini harus aman agar senantiasa pemerintah bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

"Jangan sampai ada gesekan di tahun politik. Negeri ini harus aman. Sehingga pemerintah menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita semua," ujarnya. 

Baca juga: Gubernur Edy Pastikan UMP Sumut Naik 7,45 Persen per Januari 2023, Ekonom Wanti-wanti Gelombang PHK

Baca juga: Terungkap di Persidangan: Kombes Susanto Sebut Ferdy Sambo Juniornya di Taruna, Karirnya Melejit

Jokowi juga mengingatkan, Presiden Indonesia di masa depan haruslah sosok yang menghargai keberagaman dan kebudayaan. 

"Pemimpin Indonesia ke depan harus menyadari, Indonesia ini beragam. Karena buat kita, keberagaman kekayaan besar negara kita," katanya. 

"Ini prinsip bagi pemimpin Indonesia sebagai negara besar, mengenal keberagaman itu. Dan keberagaman perbedaan itu sebuah kekuatan bukan kelemahan," ujarnya. 

Oleh sebab itu, lanjutnya, perbedaan bukan melemahkan melainkan menguatkan.

"Perbedaan itu bukan melemahkan, tapi mengutkan. Jangan sampai kita beda suku jadi kelihatan pecah belah. Justru berbeda itulah menjadi sebuah kekuatan besar," jelas Presiden. 

Baca juga: MEWAH! Pernikahan Anak Jokowi Diiringi 10 Kereta Kencana Untuk Ngunduh Mantu

Baca juga: Momen Terakhir Jenderal Andika Ikuti HUT TNI Sebagai Panglima, Buat Takjub Presiden Jokowi!

(*)

Berita sudah tayang di kompas.tv

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved