Breaking News:

Pengerusakan Hutan Mangrove

Mafia Hancurkan Hutan Mangrove di Langkat, Modus Bantu Warga Bangun Benteng, Masyarakat Dibenturkan

Hutan mangrove yang ada di Dusun II, Desa Kwala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat dirusak mafia

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Warga saat menghadang ekskavator di Dusun II, Kwala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (6/12/2022) sore. 

TRIBUN-MEDAN.COM,LANGKAT - Sejumlah mafia dan bandit dengan leluasa merusak hutan mangrove yang ada di Dusun II, Desa Kwala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Akibat pengerusakan hutan mangrove ini, permukiman warga kebanjiran.

Terlebih benteng sungai sudah jebol, kian memperparah banjir.

Baca juga: Ekskavator Rusak Hutan Mangrove Kwala Serapuh, Dinas Kehutanan Provinsi dan Langkat Diam Saja

Setelah sempat dibiarkan merusak hutan mangrove, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara dan UPT KPH Wilayah I Stabat kemudian melakukan penindakan pada Selasa (6/12/2022) sore.

Petugas hendak menyita ekskavator yang digunakan untuk merusak kawasan hutan magrove.

Sayangnya, saat petugas hendak membawa paksa ekskavator itu, warga menghalanginya.

Ada dugaan, warga di Dusun II, Desa Kwala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat sudah dibodohi oleh mafia yang merusak hutan mangrove.

Baca juga: Hutan Mangrove Dirambah, Warga Kwala Serapuh Langkat Resah: Desa Kami Ini Bakal Tenggelam

Warga mengadang penyitaan alat berat, karena alasan si mafia akan membantu masyarakat membangun benteng yang jebol.

Kuat dugaan, ini adalah trik dari mafia untuk membenturkan masyarakat dengan pemerintah.

"Masyarakat di sini kan enggak ada biaya untuk memasukkan alat berat (memperbaiki benteng). Jadi karena ini gratis, kami buat permohonan (pada pengusaha) untuk perbaikan benteng," kata Nurlela, satu diantara warga yang mengadang penyitaan alat berat, Selasa (6/12/2022).

Nurlela mengatakan, selama ini mereka sering kebanjiran.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Sebut 42.546 Hektare Hutan Mangrove di Sumut Rusak, di Sergai Dibiarkan Saja

Karena diduga tidak ada perhatian dari pemerintah, warga pun akhirnya pasrah meminta pertolongan bandit perusak hutan mangrove.

Celah ini pula yang diduga dimanfaatkan mafia tersebut untuk 'mencuci pikiran' warga, agar para mafia bisa sesuka hati merusak hutan mangrove di Desa Kwala Serapuh.

"Kami enggak tahu apakah kepala desa sudah tahu atau tidak (ada aktivitas alat berat). Karena sebelumnya kami dimintai tanda tangan oleh pengurus beko (ekskavator), cuma karena orang ini bercerita mau menolong kami dari kebanjiran, diperbaiki lah bendungan. Makanya kami pun mau menandatangani," kata Nurlela. 

Baca juga: Kodam I/Bukit Barisan Bakal Pecah 2 Anggota TNI AD Pemasok 75 Kg Sabu dan 4.000 Butir Ekstasi

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved