PSMS

Gubernur Edy Blakblakan soal Kisrus PSMS: Banyak yang Ngaku-ngaku Punya, DPRD Sumut pun Diam Ajaa

DPRD pun diam saja padahal bola itu, PSMS itu heritage, tahun 50 dilahirkan oleh senior-senior kita. Akupun belum lahir

Tribun Medan/Rechtin Hani Ritonga
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat diwawancarai di rumah dinas gubernur Sumut, Kamis (5/1/2023). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menyebut banyak yang mengaku-ngaku memiliki klub sepak bola PSMS.

Pemilik saham 51 persen di PT Kinantan Medan Indonesia itu menyinggung hal ini saat menceritakan kondisi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) baru-baru ini.

"Saya baru pulang (dari Jakarta) ikut mengurusi PSSI salah satunya di sana. Lebih susah mengatur manajemen PSSI-nya daripada atlet sepak bolanya. Kan udah salah ini. Begitu juga lah PSMS ini. Asik aja mengaku aku punya, aku punya, aku punya. Tak adapun menyelesaikan masalah," ungkap Edy dalam sambutannya di pembukaan Rapat Koordinasi Pendidikan dan Kerjasama SMK dengan DUDI (Link and match) di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Rabu (18/1/2023).

Baca juga: Pedagang Ayam Bakar Dibacok hingga Kritis, Enam Pelaku Diamankan dan Begini Kronologinya

Mantan Pangkostrad itu juga menyinggung bahwa DPRD Sumut diam saja melihat kondisi PSMS saat ini.

"DPRD pun diam saja padahal bola itu, PSMS itu heritage, tahun 50 dilahirkan oleh senior-senior kita. Akupun belum lahir apalagi si Hendro (Anggota Komisi E). Jadi heritage ini yang harus kita jaga saudara-saudara," katanya.

Mantan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), itu juga berpesan siapa yang akan menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI nantinya agar dapat membawa sepakbola Indonesia maju, berkembang dan berprestasi di tingkat asia dan internasional.

Baca juga: Nikita Mirzani Sebut Corla Pakai Narkoba hingga Dilirik Kedutaan Jerman, Ingatkan agar Hati-hati

“PSSI akan ada kongres, pemilihan ketua dan jajarannya, itu nanti di bulan Februari 2023, sehingga ada perbaikan. Semoga persepakbolaan kita maju,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, potensi atlet sepakbola di Indonesia cukup banyak. Ia menilai, sangat mudah bagi PSSI untuk mendapatkan 11 pemain sepakbola berkualitas dan mampu mengharumkan Timnas Garuda di kancah sepakbola internasional.

“Kenapa? 275 juta penduduk kita. Masa kita mencari 11 orang aja susah sekali. Mungkin yang mencari ini perlu (orang-orang di PSSI) profesional mencarinya,” ungkapnya.

Dikatakan Edy, dirinya juga ikut memantau perkembangan PSSI saat ini, termasuk dihentikannya Kompetisi Liga 2 tahun 2022/2023. Selama pencalonan, katanya, tidak ada bakal calon Ketua Umum PSSI yang mendatangi dirinya untuk meminta restu. “Enggak, bukan pada wewenang saya. Saya hanya monitor, salaman-salaman saja,” pungkasnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved