Pembangunan Bus Rapi Transit

Bobby Nasution Bilang Pemko Medan Bakal Bangun 15 BRT, Ini Lokasinya

Pemko Medan dalam waktu dekat akan membangun 15 koridor BRT untuk memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi bus

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Array A Argus
IlustrasiBRT/ist
ILUSTRASI- Bus Trans Rapit 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan Pemko Medan akan menambah 15 koridor tempat pemberhentian Bus Rapit Transit (BRT).

Menurut Bobby Nasution, penambahan koridor BRT ini guna mengatasi kemacetan di Kota Medan.

Pembangunan koridor BRT ini akan dikerjakan langsung oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Dalam upaya mengatasi kemacetan, BRT sebagai angkutan massal rencananya akan dibangun dengan 17 koridor," katanya, Jumat (8/9/2023).

Baca juga: Empat Pemberhentian BRT Mebidang Dibangun Tahun Depan, Dishub Medan: Anggarannya Rp 1,8 Miliar 

Ia mengatakan, 15 koridor jadi gawean Pemko Medan.

Sementara dua lagi menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumut.

"Kami mendukung penuh program ini. Semoga pembangunan BRT ini segera secepatnya bisa direalisasikan," jelasnya.

Bobby juga berharap, dengan penambahan 15 koridor, banyak warga Kota Medan yang lebih memilih naik BRT.

"Semoga penambahan BRT ini dapat merubah mindset masyarakat Medan yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan kendaraan umum. Sehingga, kemacetan di Medan bisa teratasi," Jelasnya.

Baca juga: Solusi Atasi Kemacetan, Walikota Bobby Dukung Kemenhub dan Bank Dunia Kembangkan BRT di Medan

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jendral Dinas Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suharto mengatakan, pembangunan 15 koridor ini akan mulai dilakukan pada triwulan akhir tahun 2023.

Diterangkan Suharto, pembangunan koridor ini seharusnya dilakukan pada awal tahun 2024.

"Namun, dikarenakan respon dari pihak Provinsi dan Pemko berjalan baik, maka pembangunan proyek koridor ini akan dimulai pada tahun ini juga," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis menerangkan, untuk pembangunan jalur BRT akan dilakukan pada awal tahun 2024 mendatang.

Baca juga: Medan Akan Segera Miliki Angkutan Massal BRT, Begini Penjelasan Wali Kota Bobby

"Kita sudah komunikasi dengan pihak Menhub, untuk pembangunan koridor dilakukan tahun ini. Tapi untuk jalur BRT dilakukan tahun depan," jelasnya.

Menurut informasi, pembangunan BRT ini meliputi Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang (Mebidang).

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Medan, Ranto Agustinus mengatakan, pembangunan BRT ini akan direalisasikan tahun 2024 mendatang.

"Betul, kemarin kita kedatangan tamu dari World Bank, World Bank Afrika, dan World Bank Indonesia ke kantor ATCS Dishub Medan. Kedatangan mereka dalam rangka survei lapangan, infrastruktur rute BRT yang akan dibangun di kawasan Mebidang," jelasnya.

Baca juga: Februari 2022, Pembangunan Koridor BRT di Mebidang Dimulai

Dikatakan Ranto, selain World Bank, Kementerian Perhubungan Darat, turut mendampingi untuk survei lapangan tersebut.

"Hasil Rapat dan survei tersebut, World Bank berencana akan mendanai pembangunan empat BRT di wilayah Mebidang sebesar Rp 1,8 miliar," jelasnya.

Ranto menegaskan, dana tersebut masih tahap perencanaan awal dan bisa berubah kembali.

"Karena pertemuan kemarin baru sekadar melihat survei lapangan dan anggaran itu masih dalam perencanaan yang sewaktu-waktu bisa berubah," jelasnya.

Diterangkan Ranto, ada empat lahan di Kota Medan yang direncanakan akan dijadikan BRT Mebidang.

"Tempat pertama, samping Carefour Jalan Gatot Subroto. Di sana ada tiga hektare lahan yang direncanakan akan jadi RBT. Kedua, Terminal Pinang Baris Jalan Tahi Bonar Simatupang, Kampung Lalang. Di sana ada 800 meter lahan yang akan digunakan untuk RBT," ucapnya.

Dua lainnya, Dijelaskan Ranto ada di di Area Terminal Amplas, Kota Medan. Di sana ada 1,9 hektare lahan yang akan dijadikan RBT. Terakhir, ada di Jalan Flamboyan, Kota Medan. Di sana ada 3 Hektare lahan yang juga akan dijadikan BRT

"Pembangunan BRT ini dibiayai full oleh World Bank ataupun Kementerian Perhubungan Darat. Pemko Medan disini hanya sebagai fasilitas lahan saja," jelasnya.

Ranto juga mengatakan, pembangunan BRT ini akan mulai dilakukan pada tahun 2024 mendatang.

"Ini akan dibangun tahun depan. Kemarin mereka datang hanya untuk mensurvei tempat perizinannya dan rencana Transit Oriented Development (TOD)," tukasnya. (cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved