Viral Medsos

INI PENGAKUAN 4 Wanita Pelaku Bullying-Kekerasan di Batam yang Telah Tersangka dan Ditangkap

Empat pelaku bullying (perundungan) dan kekerasan di Batam telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Editor: AbdiTumanggor
istimewa
Kakak adik menjadi korban bullying dari 4 pelaku di Batam yaitu inisial NH (18), RS (14), M (15), dan AK (14). (istimewa) 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti sekolah untuk tidak menutup-nutupi kasus bullying atau perundungan yang belakangan marak terjadi.

Hal ini disampaikan saat Jokowi membuka acara Kongres XXIII PGRI, Sabtu (2/3/2024).

Mulanya, ia menyinggung soal bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan baik agar Indonesia bisa melompat menjadi negara maju.

Kualitas dan produktivitas generasi muda menjadi kunci untuk memanfaatkan bonus demografi.

Untuk itu, sekolah dan tenaga pendidik, termasuk guru, memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM).

Jokowi pun mengungkapkan keresahannya terkait kasus bullying atau perundungan yang kian marak. Parahnya, perundungan ini tak sedikit yang terjadi di lingkungan sekolah.

“Lingkungan sekolah aman nyaman penting untuk mencetak siswa unggul. Saya sangat khawatir akhir-akhir ini terjadinya kasus bullying, perundungan, kekerasan, pelecehan, bahkan ada memakan korban jiwa,” ucap Jokowi.

Ia menegaskan bahwa kasus serupa tidak boleh terjadi lagi karena sekolah harus menjadi safe house atau rumah yang aman bagi para siswa.

Dengan demikian siswa bisa belajar, bertanya, berkreasi, dan bersosialisasi.

Kepala Negara menaruh harapan yang besar pada guru dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Ia mengimbau agar guru bisa menjadi aktor dalam pencegahan perundungan atau kekerasan di sekolah.

Apabila ada kasus perundungan terjadi, Jokowi mengimbau untuk menguataman hak-hak korban.

Selain itu, ia juga mewanti-wanti agar sekolah tidak menutup-nutupi kasus bullying hanya demi nama baik sekolah.

“Jangan sampe kasus bullying ditutupi, tapi diselesaikan. Biasanya kasus bullying ditutup-tutupi untuk melindungi nama baik sekolah. Saya kira yang baik adalah menyelesaikan dan memperbaiki,” ucapnya.

(*/tribun-medan.com)

Baca juga: PENGAMAT Menduga Ada Rekayasa Jokowi di Lonjakan Suara PSI Demi Muluskan Langkah Kaesang di Pilkada

Baca juga: Ketua Majelis PPP Romahurmuziy Protes Lonjakan Suara PSI: Apakah Ini Operasi Sayang Anak lagi?

Baca juga: KPU Belum Mengerti dengan Lonjakan Suara Partai yang Dimaksud: Tunggu Hasil Rekapitulasi Berjenjang

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved