Sidang Bupati Labuhanbatu Nonaktif

Personel Polres Labuhanbatu Disebut-sebut Bocorkan OTT KPK Saat Mau Tangkap Erik Adtrada Ritonga

Alhasil, Erik langsung bergegas membuang telepon genggamnya diduga untuk menghilangkan jejak dan bukti dugaan suap.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Bupati Labuhanbatu nonaktif Erik Adtrada Ritonga saat menjalani sidang perdana beragendakan dakwaan di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (30/5/2024). Dalam dakwaan, Erik diduga menerima suap dari anggota DPRD Labuhanbatu Rudi Syahputra sebesar Rp 4,985 Miliar. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Personel Polres Labuhanbatu disebut sempat membocorkan rencana operasi tangkap tangan (OTT) yang akan dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Labuhanbatu nonaktif Erik Adtrada Ritonga dan kawan-kawan.

Sebelum KPK menangkap Erik Ritonga, rupanya ada personel Polres Labuhanbatu yang menghubungi Erik Ritonga kalau KPK sedang melakukan operasi di wilayahnya.

Alhasil, Erik Ritonga langsung bergegas membuang telepon genggamnya diduga untuk menghilangkan jejak dan bukti dugaan suap.

Hal ini terungkap saat Erik Ritonga menjalani sidang pemeriksaan saksi untuk empat terdakwa sekaligus kontraktor yang menyuapnya melalui Rudi Syahputra.

"Ini disampaikan saudara membuang handphone. Apa tujuan saudara membuang handphone?" tanya jaksa.

"Karena ada KPK di Labuhanbatu,"jawab Erik Ritonga.

Bupati Labuhanbatu nonaktif Erik Adtrada Ritonga  lemas dan dibawa ke RS saat sidang dugaan suap yang menjeratnya berlangsung, Kamis (30/5/2024). Sidang sempat ditunda selama 1 jam.
Bupati Labuhanbatu nonaktif Erik Adtrada Ritonga  lemas dan dibawa ke RS saat sidang dugaan suap yang menjeratnya berlangsung, Kamis (30/5/2024). Sidang sempat ditunda selama 1 jam. (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

Kemudian jaksa penuntut umum menanyakan siapa yang memberitahu kalau lembaga anti rasuah itu akan OTT di Labuhanbatu, lalu Erik tegas menjawab personel Polres.

"Dari Polres Labuhanbatu)"jawab Erik Ritonga.

Namun demikian, ketika ditanya siapa yang membocorkan rencana operasi tangkap tangan kepada Erik, ia berkilah 

Namun jaksa sempat menduga kalau yang mengabari ialah Kanit Tipikor Polres Labuhanbatu Iptu Sofyan Tampubolon.

"Siapa oknumnya. Siapa tadi, Sofyan?"cecar Jaksa.

Terus dicecar, Erik Ritonga sempat ngeles dan menyebut oknum tersebut cuma bilang 'mungkin". 

"Ada mungkin KPK di Labuhanbatu, bukan ada KPK di Labuhanbatu,"jawab Erik Ritonga lagi.

Lalu jaksa terus mencecarnya, hingga menanyakan soal asal ajudanErik Ritonga. 

Erik Ritonga menjawab ajudannya merupakan personel Polres Labuhanbatu, tetapi bukan orang yang memberitahunya ada KPK di Labuhanbatu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved