UMKM
Mama Watt’s, Bisnis Patiseri yang Lahir dari Krisis Moneter 1998
Krisis moneter 1998 adalah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan ekonomi dan politik Indonesia.
Penulis: Joy Silvana Aritonang | Editor: Randy P.F Hutagaol
Ditanya mengenai tantangan selama mendirikan Mama Watt’s, Waty mengatakan saat ini berbisnis sudah lebih tersistem dari pada dulu. Sehingga, dirinya harus lebih paham bagaimana cara memasarkan yang benar.
Mama Watt’s juga tersedia melalui Grabfood dan Gofood.
Sikap tidak gampang menyerah dan kerja keras, menjadi rahasia Waty di balik suksesnya Mama Watt’s kini.
“Turun naik itu pasti ada ya, nggak segampang itu. Tapi justru proses tersebut buat orang jadi nggak gampang menyerah, dan segala sesuatu itu pasti memerlukan kerja keras,” jelas Waty.
Waty berharap Mama Watt’s dapat semakin berkembang dengan kualitas yang bagus, dan bisa menjadi oleh-oleh khas Kota Medan.
(cr 33/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Es Bubur Kesu, Lahir dari Ketan Hitam dan Kini Jadi Kuliner yang Viral di Kota Medan |
|
|---|
| Miesop Blitar Warisan Hadirkan Perpaduan Rasa Kaki Lima dalam Gaya Restoran |
|
|---|
| Angkat Citra Jajanan Tradisional, Kuwei Gunting Indonesia Modernkan Kue Gunting khas Tionghoa |
|
|---|
| Berawal dari Nastar, Silmarils Bakery Sukses Bertransformasi Menjadi Bake Shop dengan 80 Varian Menu |
|
|---|
| Jadikan Budapest Cake Menu Andalan, Owner Dapoer Lili: Cake Ini Cocok untuk Orang yang Sedang Sakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Desmawaty-Badar-tersenyum-meniru-pose-wajah-dirinya-yang-dibuat-menjadi-logo.jpg)