Catatan Sepak Bola
Patrick Kluivert? Ada Plot Twist? Ternyata Tidak
Kluivert didapuk menjadi asisten pelatih di AZ Alkmar, dengan tugas khusus, menjadi mentor bagi para striker.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com- PSSI memecat Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong (STY), lalu menggantung rasa penasaran suporter sepak bola Indonesia terkait pelatih baru.
Seperti sutradara yang menyimpan plot twist di ujung cerita, Big Bos PSSI, Erick Thohir bilang nama pelatih baru akan diumumkan pekan depan.
Cerita dengan plot twist rata-rata memukau dan meninggalkan kesan mendalam. Makin melingkar-lingkar, makin ruwet tak tertebak, lalu berkesudahan dengan cara yang paling di luar nalar, makin berkesan. Sebutlah, misalnya, ‘The Six Sense’, ‘Old Boy’, ‘Memento’, ‘Fight Club’, ‘Shutter Island’, atau barangkali dua film dari negeri ini, ‘Pintu Terlarang’ dan ‘Modus Anomali’.
Penonton beranjak meninggalkan bioskop, atau mematikan layar televisi atau laptop, dengan perasaan campur aduk.
Setengah kesal setengah marah, tapi kemudian merenung, mencoba merekonstruksi bagian per-bagian, menyatukannya seperti keping-keping puzzle, memahami, lalu tersenyum lantaran merasa telah mengerti dan meletakkannya di ruang-ruang kenangan untuk sewaktu-waktu dipanggil dengan perasaan riang.
Erick Thohir menyimpan nama pelatih pengganti Shin Tae-yong sampai Senin, 13 Januari 2025. Menjadikannya tanda tanya, semacam barang dalam kotak misteri.
Namun berselang tak sampai 2x60 menit sejak konferensi pers digelar di Jakarta, nun dari Italia, Fabrizio Romano mengunggah kabar yang membuat misteri dari Erick Thohir berubah hambar.
Kenapa? Romano, jurnalis olahraga yang memiliki reputasi hebat sebagai “pembocor rahasia” transfer (pemain dan pelatih) di seluruh penjuru dunia [entah bagaimana ia melakukannya], menyebut “misteri” itu adalah Patrick Kluivert.
Iya, Kluivert, striker Tim Nasional Belanda era 1994-2004. Ia bermain 79 kali dan melesakkan 40 gol.
Di level klub, ia merumput untuk klub-klub kenamaan. Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, Newcastle United, dan berakhir di Lille pada tahun 2008, dan di tahun yang sama memulai karier kepelatihan.
Kluivert didapuk menjadi asisten pelatih di AZ Alkmar, dengan tugas khusus, menjadi mentor bagi para striker.
Namun tidak seperti sepak terjangnya sebagai pemain, perjalanan Kluivert di ranah kepelatihan tidak berjalan mulus.
Ia kerap dipecat. Bahkan setelah sempat “dibimbing” selama dua tahun oleh Loius van Gaal di Tim Nasional Belanda. Tidah ada torehan prestasi mentereng.
Klub terakhir yang dibesutnya, Adana Demirspor di Liga Super Turki pada musim 2023-2024, terdampar ke posisi bawah klasemen. Kluivert diberhentikan hanya dalam 20 pertandingan.
Sampai di sini, suporter-suporter sepak bola Indonesia, khususnya tim nasional, yang sudah terlanjur melambung tinggi mengangankan Piala Dunia, memang benar-benar berharap ada plot twist. Suporter berharap Romano keliru, atau menjadi bagian dari “permainan”: bahwa Kluivert hanya lelucon, sebab nama pelatih sesungguhnya benar-benar masih disimpan rapi dalam kotak misteri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PATRICK-Kluivert-kanan-bersama.jpg)