Catatan Sepak Bola
Patrick Kluivert? Ada Plot Twist? Ternyata Tidak
Kluivert didapuk menjadi asisten pelatih di AZ Alkmar, dengan tugas khusus, menjadi mentor bagi para striker.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
Pernah pula melanglang buana ke Meksiko, membesut Deportivo ‘Chivas’ Guadalajara, dan ke Australia bersama Melbourne Heart.
Di level internasional, John membesut Tim Nasional Yunani dari tahun 2019 sampai 2021.
Sebelumnya, ia mendampingi Marco van Basten dalam 52 laga Tim Nasional Belanda.
Ada lagi? Dua nama besar, superstar lapangan hijau: Mark van Bommel dan Giovani van Broncost, yang belum lama menepi dari klub besutan masing-masing. Van Bommel di Royal Antwerp, klub Liga Premier Belgia, dan Van Broncost dari Besiktas, raksasa Turki. Van Bommel juga punya pengalaman sebagai asisten pelatih Tim Nasional Belanda dan Arab Saudi, keduanya mendampingi Bert van Marwijk.
Namun dari sekian nama ini, yang meluncur dari Fabrizio Romano, yang di-“Here We Go”- kan olehnya, ternyata justru Patrick Kluivert yang medioker.
Transfermarkt bahkan tidak meletakkan namanya dalam kategori first tier. Selain Adana, Kluivert memang belum pernah menanggangjawabi penuh satu klub di liga papan atas Eropa di bawah kendalinya, termasuk di Belanda sendiri.
Kebanyakan sebagai asisten.
Satu-satunya klub yang pernah ia tangani adalah Twente U-21. Di level internasional, Kluivert memegang Curacao serta mendampingi Clarence Seedorf di Tim Nasional Kamerun, dan kedua-duanya tidak berakhir terlalu cemerlang.
Belum lagi reputasinya di luar lapangan yang –boleh dikata– serba buruk. Saat didapuk sebagai Direktur Olahraga di Paris Saint Germain, kinerja Kluivert yang amburadul bikin murka Nasser Al-Khelaifi. Ia juga pernah disinyalir terlibat kasus perjudian.
Sampai di sini muncul pertanyaan. Pertama, apakah nanti benar-benar akan ada plot twist? Sejak “pengumuman” Romano yang menggegerkan, telah berseliweran pula beberapa nama yang disebut-sebut akan jadi asisten Kluivert.
Paling santer adalah Ruud Brood, pelatih yang tidak punya banyak tropi bergengsi tapi beberapa kali membawa klub-klub “papan tengah” promosi ke Eredivisie, di antaranya RKC Waalwijk di musim 2010-2011 dan NEC Nijmegen musim 2014-2015. Saat ini, Brood membesut klub Divisi 2 Belanda, TOP Oss.
Nama lain adalah Alexander Pastoor dan Denny Landzaat, yang juga sama sepinya dari prestasi. Sama-sama medioker, kelas dua, bahkan mungkin saja kelas tiga.
Sebelum kembali ke Eredivisi sebagai pelatih Elmere City, Pastoor memegang SCR Altach, klub Liga Austia, sedangkan Landzaat sampai hari ini masih menjadi asisten di klub Hungaria, Ferencvaros.
Pertanyaan ini sudah terjawab. Kesaktian Fabrizio Romano memaksa PSSI membuka kotak misteri 5 x 24 jam sebelum waktunya.
Lewat akun resmi di Instagram, PSSI mengumumkan versi “Here We Go” mereka. Selamat datang, Patrick Kluivert, tulis mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PATRICK-Kluivert-kanan-bersama.jpg)